Author : kirana ketrin (@kiranaketrin_)
Genre : marriage life , sad romance , comedy .
Length : oneshoot
Cast :
“oppa , apa kau benar-benar tidak mau datang? Lalu apa aku harus menunggumu? Atau pergi dari sini?”
yeoja manis itu kembali menampilkan senyuman sedihnya, membiarkan hembusan angin malam dipantai jeju ini membuat surai almond nya terkibas kemana-mana .
Hingga , jejeran angka dilayar ponsel nya kembali dia lihat ’10 : 00 pm’ . “sepertinya memang aku harus pergi, selamat tinggal nam woohyun”
Woohyun kembali mengurut keningnya yang tampak berkerut , menunjukkan dia yang saat ini sedang lelah . benar, urusan di perusahaan dan masalah yang cukup rumit di rumah tangganya telah membuat namja tampan ini penat .
park oh bukan, Nam Chorong. anae tercinta nya kembali menunjukkan sifat –manja- dan berharap agar dirinya mau menemani berbelanja . sedangkan rapat pentingnya dimulai beberapa menit lagi.
Apa dia harus melakukan kedua hal itu secara bersamaan? Bukankah itu gila?
Tok tok tok~
Seorang namja muncul dari balik kayu jati besar itu, namja itu tersenyum dan sesekali menaikkan kaca mata nya yang terperosot kebawah “ nam sajangnim , pertemuan rapat anda bersama jang dongwoo sajangnim 15 menit lagi”
Woohyun bangun dari kursi besar nya dan sedikit merapikan jas dan dasinya “nde sungyeol-ah, saya akan keluar 5 menit lagi”
“nde sajangnim”
Kring~
Woohyun menghela nafas , tangannya sedikit bergetar kala mata kelam nya melihat nama dikontak layar ponsel nya .
‘nae chagy’
Woohyun mengangkat telfon itu , mereka berdua sempat diam dalam beberapa detik . hingga, sebuah suara mulai terdengar ditelinga woohyun . sunggyu telah memulainya duluan .
Tut tut tut
Belum sempat woohyun menjawab perkataan chorong tadi , panggilan sudah terputus. Okeh, disini woohyun sadar. Chorong-nya sedang merajuk .
Chorong berjalan pelan kea rah jendela kamarnya –dan woohyun- sambil berharap sang suami datang dari ujung gerbang sana dengan sebuket bunga mawar yang menyeruak wanginya serta terdapat secarik kertas berisikan kata-kata manis didalamnya .
Namun sepertinya itu hanya khayalan , bukan nyata .
“apa aku harus pergi sendirian lagi?”
Chorong pun meninggalkan benda persegi besar itu dan melangkahkan kakinya yang terlihat gontai menuju lemari besar didepan nya . chorongmemutuskan untuk membatalkan acara jalan-jalan nya dan lebih memilih untuk meringkuk diatas bed besar nan empuk miliknya .
Berusaha memejamkan mata sipitnya namun, entah kenapa matanya itu tidak mendukung kalau dia harus tidur sekarang , hingga mata sipitnya melirik sebuah foto dengan bingkai yang manis.
Foto kelulusan nya bersama woohyun saat masih SMA dulu .
“aku sangat rindu saat-saat itu oppa” chorong memeluk foto itu mata nya terpejam beserta setetes bulir bening yang terjatuh perlahan .
-‘saat kau ada disini.. disampingku’
Dongwoo menatap nanar kearah sahabat sekaligus partner kerja nya yang kini sedang melahap lasagna dengan ekspresi menyedihkan . terlihat jelas kalau sahabat nya itu tengah dilanda masalah yang rumit.
“apa kau sedang ada masalah?”
Woohyun mengangguk “hanya masalah keluarga biasa hyung” ujarnya lalu kembali memasukkan lasagna itu kedalam mulutnya . “tidak terlalu dipermasalahkan”
“kau yang salah disini hyun”
“eh?” woohyun mendelik lalu menatap tajam kearah hyung nya ini “kenapa aku?”
“kau akhir-akhir ini terlalu mementingkan pekerjaan dan tidak memperhatikan istrimu itu . pasti sekarang dia sedang duduk sedih atau berbaring lemah diatas kasurnya , apa kau pernah berfikir sampai sejauh itu? Apa kau pernah merasakan rasanya ditinggal sendirian? Sakit bukan? Setidaknya itulah yang dirasakan chorong sekarang”
Woohyun terdiam , ucapan Hyungnya kali ini benar. Woohyun salah dalam masalah ini, mungkinkah saat woohyun sedang tertawa senang karna berhasil memenangkan sebuah tander , chorong sedang terduduk sedih disudut kamar?
“hyung, aku mau pulang dulu . beri tau sungyeol untuk menghandel rapat ku nanti malam”
“baiklah”
Woohyun berlari menuju mobil sport merah nya, membuat ban hitam mobilnya menari diatas aspal yang kasar . terlihat jelas bahwa mobil woohyun berjalan dengan tidak lambat atau lebih tepat nya .. melaju dengan cepat .
“dimana chorong?”
Woohyun terbingung-bingung di ruang tv rumahnya , biasanya chorong saat ini sedang menatap tv dan memangku berbagai cemilan . atau chorongsekarang sudah pergi meninggalkan nya?
Jangan sampai itu terjadi.
Hingga, langkah kaki woohyun memelan begitu melihat anae tercinta nya sedang tertidur dan
memejamkan mata sipit nya .
Woohyun memegang pipi chubby chorong, basah. “kau habis menangis?” lalu woohyun melihat sebuah foto yang saat ini sedang berada di genggaman chorong.
“mian-he” ujar woohyun sambil mendekatkan wajahnya ke wajah chorong, detik berikutnya sebuah kecupan lembut nan manis sudah mendarat tepat dikening chorong. membuat nya menggeliat dan terbangun .
“eunghhh, oppa? Kau pulang cepat?”
Woohyun mengangguk “tadi klien ku tidak datang, jadi aku pulang”
“apa kau lapar? Mau aku buatkan apa?” ujar chorongseraya membawa tubuh gempalnya berdiri.
‘bagaimana caranya agar senyuman mu itu kembali chorong-ah?’
“oppa?”
“ehh nde? Terserah kau saja”
Chorong menaruh tangan nya didagu , menatap langit kamarnya. Berusaha mencari ide menu yang menarik “ bagaimana kalau bulgogi?”
“sepertinya enak”
SKIP
Woohyun menatap chorongyang kini sedang menyantap makanan nya tanpa semangat sedikitpun , woohyun meruntuki dirinya, kenapa dia bisa sangat bodoh sampai tidak menyadari kalau selama ini chorong sedih?
“chorong-ah”
Chorong mendongak, menatap wajah sang suami yang terlihat gusar “ada apa oppa?”
“aku akan membangun cabang di jeju selama 3 hari . kau tau bukan? Kalau aku tidak bisa menyiapkan makanan dan pakaian ku sendiri? Jadi , kau harus ikut bersamaku ke jeju”
“BENARKAH? Ommo! Akhirnya aku jalan-jalan jugaaa!”
Woohyun tersenyum , dia kembali membuat chorong tersenyum dengan iming-iming. pekerjaan . tapi satu masalah kembali muncul , jika dirinya sibuk dengan cabang perusahaan . bukankah chorong akan kembali sendirian? Lalu kembali murung?
_jeju cottage
Chorongmenatap pantai dari depan jendela cottage nya, senyuman di bibir tipis itu tidak pernah hilang semenjak kaki nya menginjak pasir halus pantai jeju ini .
Grebb~
Chorong tersentak kaget begitu sepasang lengan kekar kini telah memeluk nya dari belakang .
“bagaimana? Kau suka?” ujar woohyun sambil sesekali menghirup aroma cherry tubuh chorong
“sangat, oppa.. gomawopta”
Woohyun pun dengan cepat membalik badan chorong, sementara chorongkini telah membelalak sempurna . dia merasa ada yang aneh dengan suasana disini .
Dan benar saja, perlahan namun pasti jarak antara wajahnya dan woohyun mulai terkikis . hingga kini telah tersisa beberapa centi saja. Woohyun memejamkan matanya begitu hidung mereka bergesekkan . dan sedikit memiringkan wajahnya .
Namun,
Kring~
Mendengar deringan ponsel nya , woohyun langsung menjauhkan wajahnya dan mengangkat telfon itu “yeobsseoo?”
“baiklah saya akan kesana. Kau tangani dulu rapat itu 15 menit”
Tut tut tut
Chorong tau , dia akan kembali sendirian . jadi yeoja manis itu lebih memilih untuk kembali menatap pemandangan jeju didepan nya . “pergilah oppa , hati-hati dijalan” ujar chorong masih stay dengan posisi menatap jendela .
“apa kau marah? Atau aku akan suruh sungyeol untuk menghandel semua rapat ini saja”
Chorong lantas membalik badan nya begitu mendengar ucapan woohyun “sudahlah , nanti kasihan sungyeol oppa . lebih baik oppa kesana” chorong memejamkan matanya begitu bibir tebal woohyun mengecup kening nya lembut.
“aku akan pulang cepat”
“nde, hati-hati”
Woohyun mengambil jas nya , sebuah senyuman simpul muncul saat tangan kekar woohyun menyentuh gagang pintu yang dingin itu .
-‘chorong kau harus menungguku , saranghae nam chorong’
’09:30 pm’
Woohyun menggenggam kuat bolpoin nya , menggertak sedikit gigi-gigi putih nya , woohyun terlihat sedikit tidak focus saat pihak swasta menjelaskan grafik pemasaran produk baru .
“nam sajangnim, jang sanjangnim bertanya kepada anda” gumam sungyeol yang membuat woohyun tersadar dan menatap partner nya .
“maaf, apa bisa anda ulangi pertanyaan nya?”
Dongwoo menghela nafas, dia tau pasti dosaeng nya itu kembali dilanda masalah akut “saya hanya ingin memberitau produk baru ini, apa anda setuju?”
“bisa kita coba dulu , baru saya akan perjelas mengenai pemasaran nya . okeh, rapat ini selesai”
Woohyun tidak menggubris tatapan-tatapan mata bawahan nya yang menatap nya dengan tatapan bingung, pasalnya rapat ini belum selesai betul tapi CEO mereka sudah berlari pergi meninggalkan ruang rapat .
Woohyun terus melihat arloji nya, alisnya mengkerut dan terlihat tetesan keringat dipelipis kepala nya .
“oppa pasti datang, aku yakin itu”
Chorong memanjangkan kakinya, sudah lebih dari 2 jam dia duduk didepan ombak yang sedang menari disana , matanya terlihat sayup dan chorong membiarkan rambut panjangnya terurai kemana-mana akibat angin malam pulau jeju yang cukup kencang nan dingin .
Merasa bosan , chorong memutuskan untuk berkeliling pantai jeju yang sejak tadi terlihat sepi . matanya terus menatap pemandangan pantai didepannya. Tangan nya mengadah , mencoba untuk bersatu dengan angin disana .
Hingga , sebuah suara telah membuatnya menoleh kebelakang ,
“park oh maksudku nam chorong?”
rentina mata chorong menangkap seorang namja tampan sedang berdiri didepan nya dengan sebuah senyuman manis . “kim myungsoo?”
“apa kabar mu?”
Chorong tersenyum dan menjawab pertanyaan myungsoo “sedang kurang baik” ujarnya sambil duduk dipasir lembut tapi dingin itu.
“masalahmu dengan woohyun?”
Chorong menggeleng “ini bukan masalah myungsoo-ah, ini sebuah kesalah pahaman”
-‘kesalah pahaman yang cukup rumit untuk sekedar dimengerti’
Myungsoo terdiam, chorong pun terdiam. Untuk beberapa detik suasana disini hanya diisi oleh suara berisik ombak menari dan suara hembusan angin yang begitu kencang.
“bisakah kita seperti dulu lagi chorong-ah? Mian mungkin ini sedikit gila , aku ingin kau kembali kepadaku bukankah kau tidak bahagia dengan woohyun? Jadi lebih baik kita..”
PLAKK
Sebuah tamparan keras telah diluncurkan dipipi tidak bersalah milik myungsoo . chorong menangis , menangis ketika mendengar tutur kata ‘mantan kekasihnya’ yang terdengar sangat menggelikan “kenapa kau bisa berkata seperti itu? aku bahagia bersama woohyun oppa! Setidaknya rasa bahagia nya lebih besar daripada saat aku bersama mu!”
“itu hanya sebuah kesalahan chorong-ah , kesalahan kecil”
PLAK
Lagi, entah kenapa tangan chorong melayang dengan sangat mudahnya menuju wajah bersalah myungsoo . matanya kembali mengeluarkan bulir bening yang sangat saying untuk dibuang-buang apalagi untuk namja seperti yang satu ini.
“ck, kesalahan kecil katamu? Apa maksud kecil di kalimat mu itu artinya BESAR?”
_flashback
Langkah kaki seorang yeoja sangat terdengar sayup , kaki kecil nya perlahan menyusuri jalanan seoul yang cukup ramai.
Matanya terus saja melihat layar ponsel yang terdapat sebuah pesan singkat didalamnya, pesan singkat yang telah membuat hari nya kini terihat sangat menyedihkan .
Chorong memutuskan untuk duduk dikursi reot belakang kampusnya , matanya terpejam tak kala sang angin musim semi melintas didepan wajahnya.
“sepertinya memang aku harus menghabiskan waktu musim semi ku sendirian”
“siapa bilang kau akan sendirian?”
Chorong terkejut bukan main saat tiba-tiba woohyun berada diatas nya , kini woohyun tengah membaca buku komik diatas pohon tempat chorong berteduh .
“kau mengaget kan ku pabo!” keluh chorong yang masih mengatur nafasnya “kenapa kau berada diatas situ?”
Woohyun membuka komiknya, disana terdapat sebuah daun kering disempilan halaman tebal buku woohyun , “aku ingin mencarikan mu daun sebagus ini juga, tapi. Tidak ada , jadi daun ini untukmu saja”
“daun?”
Woohyun lompat turun kebawah , senyumannya tambah mengembang saat chorong tersenyum karna melihat daun yang diberikan olehnya .
“daun itu sangat persis dengan mu”
Chorong mendelik “apa maksud mu oppa! Apa kau ingin mengatakan kalau aku ini coklat gelap seperti daun ini? Dan ap- hmmpphh”
Ucapan chorong terhenti karna dengan santainya woohyun menjepit mulutnya dengan tangan nya . “kau ini sama seperti daun, terlihat sangat indah dan sangat menarik namun kau bisa saja hancur saat aku lengah membiarkan mu disentuh oleh sesuatu yang kasar”
Blushhh~~~
Chorong menunduk , mencoba menutupi wajahnya yang kini sudah memerah sempurna . woohyun yang melihatnya hanya terkekeh kecil .
“chorong-ah..”
“nde oppa?”
“saranghae, aku tau kau sama sekali tidak mencintaiku tapi bisakah kau memberikan sebuah kesempatan untukku ? aku hanya ingin mengobati luka mu yang terlampau sakit itu . jadi mau kah kau?”
Chorong diam begitu mendengar ucapan woohyun , terlihat jelas woohyun kini sedang menggenggam komik nya dengan sangat erat , menantikan sepotong jawaban yang akan keluar.
Woohyun menghela nafas, dia tau jawaban yang akan dikeluarkan oleh chorong . “aku tau, kau tidak dapat mencintaiku . jadi lebih baik kau lup---“
Chu~
-“nado saranghamnika woohyun-ah”
_end flashback .
“mian-he oppa , aku sudah memutuskan akan hidup bersama woohyun oppa . hanya itu” ujar chorong sambil melangkah pergi meninggalkan myungsoo . namun,
Srretttt
CHU~
Seorang namja tampan sedang terdiam ditempatnya begitu melihat yeoja yang dia cintai kini sedang dicium oleh namja yang tak lain adalah ‘sahabat lamanya’ . air mata nya lolos begitu saja tak kala chorong terlihat memejamkan mata juga.
Lalu apa ini sebuah akhir dari semua nya?
‘chorong-ah..’
Chorong mendorong keras badan myungsoo lalu kembali memberikan tamparan telak . kali ini jauh lebih keras . “APA YANG KAU LAKUKAN OPPA? APA KAU GILA?”
“YA! AKU SUDAH GILA! KAU YANG TELAH MEMBUATKU SEPERTI INI! AKU AKAN MEREBUTMU DARI WOOHYUN ! LIHAT SA—“
Bug
“BICARA LAGI KAU KALAU BERANI?!” ujar woohyun yang masih memegangi kerah baju myungsoo . menatap nya tajam , menyampaikan amarah nya yang benar-benar sudah memuncak sekarang .
Namun, bukannya sebuah permintaan maaf yang keluar. Melainkan sebuah kata-kata kasar “AKU AKAN MEREBUT CHORONG DARIMU!”
Bug
Bug
Bug
Bug
“WOOHYUN OPPA CUKUP!”
Woohyun melempar myungsoo yang pingsan dengan berlumuran darah ketanah “itu akibatnya jika kau melakukan hal yang salah” .
Chorong menelan saliva nya begitu woohyun menengok kearah nya, menatap nya menggunakan mata kelam itu , chorong tidak pernah melihat woohyun semarah ini .
“apa yang aku lihat tadi itu sungguhan?”
“oppa,, aku bisa jelaskan”
“APA ITU ADALAH KEINGINAN MU NAM CHORONG?!”
Chorong menangis, bukan karna dia dicium myungsoo melainkan sesuatu yang sangat penting telah hilang dari sifat seorang nam woohyun .
Sebuah rasa kepercayaan .
“lebih baik kau Tanya pada dirimu sendiri oppa. Kau akan tau jawabannya..”
Mata tajam woohyun perlahan melemah begitu melihat mata indah chorong yang telah basah dengan air mata yang terus jatuh .
‘uljimma , jaebal’
“apa oppa tau kalau aku sangat sedih sekarang? Apa oppa perduli denganku? Kenapa woohyun yang sekarang sangat berbeda dengan woohyun yang dulu? Kemana woohyun yang dulu itu pergi?! Mungkin , kita memang sudah harus berpis—hmmpphh”
Woohyun menarik tengkuk chorong , melumat bibir kissable chorong dengan kasar dan penuh emosi . chorong mendorong tubuh woohyun namun woohyun malah tetap menekan tengkuk nya , hingga kini chorong melemah , air matanya sudah banyak yang keluar dan kini telah dipaksakan untuk keluar kembali .
Woohyun melepas ciuman ganasnya karna merasakan rasa asin , chorong menangis . dan lagi-lagi karna dirinya “mian-he, aku hanya tidak ingin berpisah denganmu . aku sangat mencintaimu jadi jangan pernah berkata seperti itu lagi , nde?”
“aku juga salah oppa, seharusnya aku sebagai istri harus memahami dan mengerti suami nya. Mian-he”
Woohyun menarik chorong untuk kembali menikmati cinta nya melalui sebuah sentuhan hangat sebuah pelukan manis . “suussttt aku juga salah , kita berdua salah dalam masalah ini . jadi, kita lupakan saja masalah ini dan mulai dari awal . kau maukan?”
Sebuah anggukan kecil telah woohyun dapatkan , namja tampan itu lantas tersenyum dan menarik chorong untuk kembali membuat sebuah kehangatan ditengah cuaca dingin ini .
∞∞∞∞∞∞
“sudahlah , ini sudah larut . bukankah masih ada hari esok?”
Woohyun hanya membalas dengan deheman lirih.
Chorong menghampiri nampyeon nya yang tengah serius dengan tumpukan-tumpukan kertas didepan nya dan tidak menggubris perkataan chorong. Merasa geram , akhirnya chorong menarik kepala woohyun agar menatap mata nya .
“lanjutkan besok saja, nanti kau sakit kalau kelelahan”
Woohyun tersenyum, ‘chorong-nya’ sudah kembali . berbeda dengan dulu, karna jika woohyun mengerjakan tugas nya chorong tidak pernah sedikit pun memperhatikannya dan lebih memilih bersantai-santai didepan tv atau pergi berbelanja dengan teman-temannya .
“ini harus selesai sekarang , akan aku usahakan besok free jadi aku bisa menemanimu jalan-jalan”
Blush~
Chorong menunduk karna malu “kalau kau sibuk , tidak usah menemaniku juga tidak apa-apa , aku akan pergi sendiri seperti biasanya”
Srrett~
Mata chorong membelalak kaget ketika woohyun lagi-lagi membuat ciuman tiba-tiba . chorong dapat merasakan ciuman yang lembut itu menjadi lebih dalam .
“eunghh..” lirih chorong ketika lidah nakal woohyun masuk kedalam rongga hangatnya dan sedikit menggelitiknya .
Woohyun melepas tautan lidah itu, mata tajamnya menatap manic mata chorong . “sudah kubilang bukan, aku akan memulai semua nya dari awal . kemana pun kau mau pergi aku akan selalu berada disampingmu , menggenggam tanganmu dengan erat agar senyuman manismu itu kembali”
“oppa..”
“nde?”
“gomawo”
Chorong memeluk woohyun dengan erat , woohyun pun membalas pelukan itu .
“saranghae nam chorong”
“nado saranghae nam woohyun”
Perlahan woohyun mendekatkan wajahnya kewajah chorong , mata woohyun menutup begitu ada gesekan dihidung mancung mereka. Mendaratkan sebuah kecupan lembut tepat dibibir mungil chorong. Melumatnya dengan lembut, chorong pun melakukan hal yang sama.
Tangan chorong sesekali meremas lembut rambut woohyun ketika sang nampyeon memperdalam ciuman mereka . woohyun mendorong tubuh chorong ke atas king bed dikamar sebelah ruang kerja woohyun .
Tanpa memperdulikan waktu yang sudah dibilang larut , woohyun dan chorong masih asik dengan permainan liar yang mereka ciptakan .
“eunghh oppa nnhh..”
Ciuman woohyun perlahan mulai turun , menyentuh tiap titik sensitive chorong dan membuat chorong mendesah halus .
“bersiaplah untuk menerima seranganku”
Chorong menunduk dan memukul kecil dada bidang woohyun “oppa..”
Hanya ada suara-suara desahan halus diruangan megah itu , angin malam bahkan tidak bisa masuk dan menggantikan hawa yang terlanjur menyeruak diruangan ini .masalah ini sudah mendapatkan jawabannya ,
Sebuah kepercayaan.
Sinar matahari perlahan menyeruak masuk ketika sebuah celah-celah jendela membuka peluang . membuat mata yang tengah terpejam sempurna itu membuka perlahan , membiarkan kan dua buah blackeyes chorong melihat pemandangan manis didepan nya.
Orang yang dia cintai.
Bibir chorong tertarik sempurna dan semburat merah muncul dipipinya tak kala moment semalam kembali melintas disaraf otaknya. Moment yang pertama kali terjadi karna malam pertama mereka dulu lagi-lagi harus batal karna woohyun sibuk dengan urusan perusahaan nya.
Namun itu semua sudah berubah sekarang.
Woohyun yang dihadapan nya kini adalah woohyun-nya yang dulu , woohyun nya yang polos , manis , tampan dan tentu saja greasy .
“kenapa kau menatapku seperti itu? aku tau kalau aku ini sangat tampan”
“siapa yang menatapmu? Ck. Aku hanya kebetulan melihat mu sebentar”
Woohyun menarik chorong kedalam pelukannya, chorong menunduk malu karna keadaan mereka yang masih dalam keadaan naked ini .
“ish oppa menyingkirlah! Bukannya kita mau jalan-jalan? ayo cepattt” gumam chorong yang masih mencoba lepas dari cengkraman woohyun .
“tidak jadi , aku malas” ujar woohyun setelah melepas kan pelukannya dan menarik selimut tebal untuk menutupi badan nya.
“yasudah”
Woohyun terkekeh melihat chorong yang saat ini sedang tidur membelakangi badan nya . namja tampan itu akhirnya mengalah dan membalikan badan sang istri .
“ayo berangkat”
“JJEONGGMALL-EYO?!! KAJJA!!”
“kita berangkat setelah yang ini”
Chorong menaikkan alisnya tidak mengerti “memang kita mau ngapain dulu oppa?”
Srrrettt~
Mata chorong membelalak ketika kini badan woohyun –yang naked- telah berada diatas badannya “setelah beberapa ronde ini selesai”
“HUH?”
CHUP~
Saranghae nam chorong .
aku tidak akan membuatmu kembali meneteskan air mata dan tidak akan membuatmu kembali
berfikiran kalau aku tidak mencintamu .
mulai saat ini, aku akan membuatmu bahagia , sangat bahagia lebih dari apa yang pernah kau impikan dulu .
-fin-
aneh ya? mian, authornya masih sibuk sama tugas-tugas menjengkelkan ini . jadi mungkin akan vakum untuk beberapa bulan bahkan 1 tahunan lah -_- .
sampai jumpa lagi ! saranghae!
-nam naemi-
Genre : marriage life , sad romance , comedy .
Length : oneshoot
Cast :
- Nam woohyun
- park chorong
- kim myungsoo
“oppa , apa kau benar-benar tidak mau datang? Lalu apa aku harus menunggumu? Atau pergi dari sini?”
yeoja manis itu kembali menampilkan senyuman sedihnya, membiarkan hembusan angin malam dipantai jeju ini membuat surai almond nya terkibas kemana-mana .
Hingga , jejeran angka dilayar ponsel nya kembali dia lihat ’10 : 00 pm’ . “sepertinya memang aku harus pergi, selamat tinggal nam woohyun”
∞∞∞∞∞∞
Woohyun kembali mengurut keningnya yang tampak berkerut , menunjukkan dia yang saat ini sedang lelah . benar, urusan di perusahaan dan masalah yang cukup rumit di rumah tangganya telah membuat namja tampan ini penat .
park oh bukan, Nam Chorong. anae tercinta nya kembali menunjukkan sifat –manja- dan berharap agar dirinya mau menemani berbelanja . sedangkan rapat pentingnya dimulai beberapa menit lagi.
Apa dia harus melakukan kedua hal itu secara bersamaan? Bukankah itu gila?
Tok tok tok~
Seorang namja muncul dari balik kayu jati besar itu, namja itu tersenyum dan sesekali menaikkan kaca mata nya yang terperosot kebawah “ nam sajangnim , pertemuan rapat anda bersama jang dongwoo sajangnim 15 menit lagi”
Woohyun bangun dari kursi besar nya dan sedikit merapikan jas dan dasinya “nde sungyeol-ah, saya akan keluar 5 menit lagi”
“nde sajangnim”
Kring~
Woohyun menghela nafas , tangannya sedikit bergetar kala mata kelam nya melihat nama dikontak layar ponsel nya .
‘nae chagy’
Woohyun mengangkat telfon itu , mereka berdua sempat diam dalam beberapa detik . hingga, sebuah suara mulai terdengar ditelinga woohyun . sunggyu telah memulainya duluan .
“aku tau kau pasti tidak bisa datang , jadi .. aku akan pergi sendiri saja, jangan khawatir woohyun-ah nan guenchanayo . dah”
Tut tut tut
Belum sempat woohyun menjawab perkataan chorong tadi , panggilan sudah terputus. Okeh, disini woohyun sadar. Chorong-nya sedang merajuk .
∞∞∞∞∞∞
Chorong berjalan pelan kea rah jendela kamarnya –dan woohyun- sambil berharap sang suami datang dari ujung gerbang sana dengan sebuket bunga mawar yang menyeruak wanginya serta terdapat secarik kertas berisikan kata-kata manis didalamnya .
Namun sepertinya itu hanya khayalan , bukan nyata .
“apa aku harus pergi sendirian lagi?”
Chorong pun meninggalkan benda persegi besar itu dan melangkahkan kakinya yang terlihat gontai menuju lemari besar didepan nya . chorongmemutuskan untuk membatalkan acara jalan-jalan nya dan lebih memilih untuk meringkuk diatas bed besar nan empuk miliknya .
Berusaha memejamkan mata sipitnya namun, entah kenapa matanya itu tidak mendukung kalau dia harus tidur sekarang , hingga mata sipitnya melirik sebuah foto dengan bingkai yang manis.
Foto kelulusan nya bersama woohyun saat masih SMA dulu .
“aku sangat rindu saat-saat itu oppa” chorong memeluk foto itu mata nya terpejam beserta setetes bulir bening yang terjatuh perlahan .
-‘saat kau ada disini.. disampingku’
∞∞∞∞∞∞
Dongwoo menatap nanar kearah sahabat sekaligus partner kerja nya yang kini sedang melahap lasagna dengan ekspresi menyedihkan . terlihat jelas kalau sahabat nya itu tengah dilanda masalah yang rumit.
“apa kau sedang ada masalah?”
Woohyun mengangguk “hanya masalah keluarga biasa hyung” ujarnya lalu kembali memasukkan lasagna itu kedalam mulutnya . “tidak terlalu dipermasalahkan”
“kau yang salah disini hyun”
“eh?” woohyun mendelik lalu menatap tajam kearah hyung nya ini “kenapa aku?”
“kau akhir-akhir ini terlalu mementingkan pekerjaan dan tidak memperhatikan istrimu itu . pasti sekarang dia sedang duduk sedih atau berbaring lemah diatas kasurnya , apa kau pernah berfikir sampai sejauh itu? Apa kau pernah merasakan rasanya ditinggal sendirian? Sakit bukan? Setidaknya itulah yang dirasakan chorong sekarang”
Woohyun terdiam , ucapan Hyungnya kali ini benar. Woohyun salah dalam masalah ini, mungkinkah saat woohyun sedang tertawa senang karna berhasil memenangkan sebuah tander , chorong sedang terduduk sedih disudut kamar?
“hyung, aku mau pulang dulu . beri tau sungyeol untuk menghandel rapat ku nanti malam”
“baiklah”
Woohyun berlari menuju mobil sport merah nya, membuat ban hitam mobilnya menari diatas aspal yang kasar . terlihat jelas bahwa mobil woohyun berjalan dengan tidak lambat atau lebih tepat nya .. melaju dengan cepat .
∞∞∞∞∞∞
“dimana chorong?”
Woohyun terbingung-bingung di ruang tv rumahnya , biasanya chorong saat ini sedang menatap tv dan memangku berbagai cemilan . atau chorongsekarang sudah pergi meninggalkan nya?
Jangan sampai itu terjadi.
Hingga, langkah kaki woohyun memelan begitu melihat anae tercinta nya sedang tertidur dan
memejamkan mata sipit nya .
Woohyun memegang pipi chubby chorong, basah. “kau habis menangis?” lalu woohyun melihat sebuah foto yang saat ini sedang berada di genggaman chorong.
“mian-he” ujar woohyun sambil mendekatkan wajahnya ke wajah chorong, detik berikutnya sebuah kecupan lembut nan manis sudah mendarat tepat dikening chorong. membuat nya menggeliat dan terbangun .
“eunghhh, oppa? Kau pulang cepat?”
Woohyun mengangguk “tadi klien ku tidak datang, jadi aku pulang”
“apa kau lapar? Mau aku buatkan apa?” ujar chorongseraya membawa tubuh gempalnya berdiri.
‘bagaimana caranya agar senyuman mu itu kembali chorong-ah?’
“oppa?”
“ehh nde? Terserah kau saja”
Chorong menaruh tangan nya didagu , menatap langit kamarnya. Berusaha mencari ide menu yang menarik “ bagaimana kalau bulgogi?”
“sepertinya enak”
SKIP
Woohyun menatap chorongyang kini sedang menyantap makanan nya tanpa semangat sedikitpun , woohyun meruntuki dirinya, kenapa dia bisa sangat bodoh sampai tidak menyadari kalau selama ini chorong sedih?
“chorong-ah”
Chorong mendongak, menatap wajah sang suami yang terlihat gusar “ada apa oppa?”
“aku akan membangun cabang di jeju selama 3 hari . kau tau bukan? Kalau aku tidak bisa menyiapkan makanan dan pakaian ku sendiri? Jadi , kau harus ikut bersamaku ke jeju”
“BENARKAH? Ommo! Akhirnya aku jalan-jalan jugaaa!”
Woohyun tersenyum , dia kembali membuat chorong tersenyum dengan iming-iming. pekerjaan . tapi satu masalah kembali muncul , jika dirinya sibuk dengan cabang perusahaan . bukankah chorong akan kembali sendirian? Lalu kembali murung?
∞∞∞∞∞∞
_jeju cottage
Chorongmenatap pantai dari depan jendela cottage nya, senyuman di bibir tipis itu tidak pernah hilang semenjak kaki nya menginjak pasir halus pantai jeju ini .
Grebb~
Chorong tersentak kaget begitu sepasang lengan kekar kini telah memeluk nya dari belakang .
“bagaimana? Kau suka?” ujar woohyun sambil sesekali menghirup aroma cherry tubuh chorong
“sangat, oppa.. gomawopta”
Woohyun pun dengan cepat membalik badan chorong, sementara chorongkini telah membelalak sempurna . dia merasa ada yang aneh dengan suasana disini .
Dan benar saja, perlahan namun pasti jarak antara wajahnya dan woohyun mulai terkikis . hingga kini telah tersisa beberapa centi saja. Woohyun memejamkan matanya begitu hidung mereka bergesekkan . dan sedikit memiringkan wajahnya .
Namun,
Kring~
Mendengar deringan ponsel nya , woohyun langsung menjauhkan wajahnya dan mengangkat telfon itu “yeobsseoo?”
“nam sajangnim , pihak swasta telah meminta anda untuk ikut hadir di rapat ini . mungkin untuk membahas tentang cabang yang baru”
“baiklah saya akan kesana. Kau tangani dulu rapat itu 15 menit”
“nde sajangnim”
Tut tut tut
Chorong tau , dia akan kembali sendirian . jadi yeoja manis itu lebih memilih untuk kembali menatap pemandangan jeju didepan nya . “pergilah oppa , hati-hati dijalan” ujar chorong masih stay dengan posisi menatap jendela .
“apa kau marah? Atau aku akan suruh sungyeol untuk menghandel semua rapat ini saja”
Chorong lantas membalik badan nya begitu mendengar ucapan woohyun “sudahlah , nanti kasihan sungyeol oppa . lebih baik oppa kesana” chorong memejamkan matanya begitu bibir tebal woohyun mengecup kening nya lembut.
“aku akan pulang cepat”
“nde, hati-hati”
Woohyun mengambil jas nya , sebuah senyuman simpul muncul saat tangan kekar woohyun menyentuh gagang pintu yang dingin itu .
-‘chorong kau harus menungguku , saranghae nam chorong’
∞∞∞∞∞∞
’09:30 pm’
Woohyun menggenggam kuat bolpoin nya , menggertak sedikit gigi-gigi putih nya , woohyun terlihat sedikit tidak focus saat pihak swasta menjelaskan grafik pemasaran produk baru .
“nam sajangnim, jang sanjangnim bertanya kepada anda” gumam sungyeol yang membuat woohyun tersadar dan menatap partner nya .
“maaf, apa bisa anda ulangi pertanyaan nya?”
Dongwoo menghela nafas, dia tau pasti dosaeng nya itu kembali dilanda masalah akut “saya hanya ingin memberitau produk baru ini, apa anda setuju?”
“bisa kita coba dulu , baru saya akan perjelas mengenai pemasaran nya . okeh, rapat ini selesai”
Woohyun tidak menggubris tatapan-tatapan mata bawahan nya yang menatap nya dengan tatapan bingung, pasalnya rapat ini belum selesai betul tapi CEO mereka sudah berlari pergi meninggalkan ruang rapat .
Woohyun terus melihat arloji nya, alisnya mengkerut dan terlihat tetesan keringat dipelipis kepala nya .
‘kau harus menungguku chorong, jangan pergi’
∞∞∞∞∞∞
“oppa pasti datang, aku yakin itu”
Chorong memanjangkan kakinya, sudah lebih dari 2 jam dia duduk didepan ombak yang sedang menari disana , matanya terlihat sayup dan chorong membiarkan rambut panjangnya terurai kemana-mana akibat angin malam pulau jeju yang cukup kencang nan dingin .
Merasa bosan , chorong memutuskan untuk berkeliling pantai jeju yang sejak tadi terlihat sepi . matanya terus menatap pemandangan pantai didepannya. Tangan nya mengadah , mencoba untuk bersatu dengan angin disana .
Hingga , sebuah suara telah membuatnya menoleh kebelakang ,
“park oh maksudku nam chorong?”
rentina mata chorong menangkap seorang namja tampan sedang berdiri didepan nya dengan sebuah senyuman manis . “kim myungsoo?”
“apa kabar mu?”
Chorong tersenyum dan menjawab pertanyaan myungsoo “sedang kurang baik” ujarnya sambil duduk dipasir lembut tapi dingin itu.
“masalahmu dengan woohyun?”
Chorong menggeleng “ini bukan masalah myungsoo-ah, ini sebuah kesalah pahaman”
-‘kesalah pahaman yang cukup rumit untuk sekedar dimengerti’
Myungsoo terdiam, chorong pun terdiam. Untuk beberapa detik suasana disini hanya diisi oleh suara berisik ombak menari dan suara hembusan angin yang begitu kencang.
“bisakah kita seperti dulu lagi chorong-ah? Mian mungkin ini sedikit gila , aku ingin kau kembali kepadaku bukankah kau tidak bahagia dengan woohyun? Jadi lebih baik kita..”
PLAKK
Sebuah tamparan keras telah diluncurkan dipipi tidak bersalah milik myungsoo . chorong menangis , menangis ketika mendengar tutur kata ‘mantan kekasihnya’ yang terdengar sangat menggelikan “kenapa kau bisa berkata seperti itu? aku bahagia bersama woohyun oppa! Setidaknya rasa bahagia nya lebih besar daripada saat aku bersama mu!”
“itu hanya sebuah kesalahan chorong-ah , kesalahan kecil”
PLAK
Lagi, entah kenapa tangan chorong melayang dengan sangat mudahnya menuju wajah bersalah myungsoo . matanya kembali mengeluarkan bulir bening yang sangat saying untuk dibuang-buang apalagi untuk namja seperti yang satu ini.
“ck, kesalahan kecil katamu? Apa maksud kecil di kalimat mu itu artinya BESAR?”
_flashback
Langkah kaki seorang yeoja sangat terdengar sayup , kaki kecil nya perlahan menyusuri jalanan seoul yang cukup ramai.
Matanya terus saja melihat layar ponsel yang terdapat sebuah pesan singkat didalamnya, pesan singkat yang telah membuat hari nya kini terihat sangat menyedihkan .
From : myungie
Aku tau ini mungkin terdengar sangat kasar dan buruk .
aku hanya ingin kau tau,bahwa hubungan mu denganku sepertinya sudah
tidak bisa diselamatkan. Dan harus berakhir.
Jangan khawatir, aku sudah memiliki seorang pengganti ,
Dan aku harap kau juga mendapatkan penggantiku.
-L-
“sepertinya memang aku harus menghabiskan waktu musim semi ku sendirian”
“siapa bilang kau akan sendirian?”
Chorong terkejut bukan main saat tiba-tiba woohyun berada diatas nya , kini woohyun tengah membaca buku komik diatas pohon tempat chorong berteduh .
“kau mengaget kan ku pabo!” keluh chorong yang masih mengatur nafasnya “kenapa kau berada diatas situ?”
Woohyun membuka komiknya, disana terdapat sebuah daun kering disempilan halaman tebal buku woohyun , “aku ingin mencarikan mu daun sebagus ini juga, tapi. Tidak ada , jadi daun ini untukmu saja”
“daun?”
Woohyun lompat turun kebawah , senyumannya tambah mengembang saat chorong tersenyum karna melihat daun yang diberikan olehnya .
“daun itu sangat persis dengan mu”
Chorong mendelik “apa maksud mu oppa! Apa kau ingin mengatakan kalau aku ini coklat gelap seperti daun ini? Dan ap- hmmpphh”
Ucapan chorong terhenti karna dengan santainya woohyun menjepit mulutnya dengan tangan nya . “kau ini sama seperti daun, terlihat sangat indah dan sangat menarik namun kau bisa saja hancur saat aku lengah membiarkan mu disentuh oleh sesuatu yang kasar”
Blushhh~~~
Chorong menunduk , mencoba menutupi wajahnya yang kini sudah memerah sempurna . woohyun yang melihatnya hanya terkekeh kecil .
“chorong-ah..”
“nde oppa?”
“saranghae, aku tau kau sama sekali tidak mencintaiku tapi bisakah kau memberikan sebuah kesempatan untukku ? aku hanya ingin mengobati luka mu yang terlampau sakit itu . jadi mau kah kau?”
Chorong diam begitu mendengar ucapan woohyun , terlihat jelas woohyun kini sedang menggenggam komik nya dengan sangat erat , menantikan sepotong jawaban yang akan keluar.
Woohyun menghela nafas, dia tau jawaban yang akan dikeluarkan oleh chorong . “aku tau, kau tidak dapat mencintaiku . jadi lebih baik kau lup---“
Chu~
-“nado saranghamnika woohyun-ah”
_end flashback .
“mian-he oppa , aku sudah memutuskan akan hidup bersama woohyun oppa . hanya itu” ujar chorong sambil melangkah pergi meninggalkan myungsoo . namun,
Srretttt
CHU~
Seorang namja tampan sedang terdiam ditempatnya begitu melihat yeoja yang dia cintai kini sedang dicium oleh namja yang tak lain adalah ‘sahabat lamanya’ . air mata nya lolos begitu saja tak kala chorong terlihat memejamkan mata juga.
Lalu apa ini sebuah akhir dari semua nya?
‘chorong-ah..’
Chorong mendorong keras badan myungsoo lalu kembali memberikan tamparan telak . kali ini jauh lebih keras . “APA YANG KAU LAKUKAN OPPA? APA KAU GILA?”
“YA! AKU SUDAH GILA! KAU YANG TELAH MEMBUATKU SEPERTI INI! AKU AKAN MEREBUTMU DARI WOOHYUN ! LIHAT SA—“
Bug
“BICARA LAGI KAU KALAU BERANI?!” ujar woohyun yang masih memegangi kerah baju myungsoo . menatap nya tajam , menyampaikan amarah nya yang benar-benar sudah memuncak sekarang .
Namun, bukannya sebuah permintaan maaf yang keluar. Melainkan sebuah kata-kata kasar “AKU AKAN MEREBUT CHORONG DARIMU!”
Bug
Bug
Bug
Bug
“WOOHYUN OPPA CUKUP!”
Woohyun melempar myungsoo yang pingsan dengan berlumuran darah ketanah “itu akibatnya jika kau melakukan hal yang salah” .
Chorong menelan saliva nya begitu woohyun menengok kearah nya, menatap nya menggunakan mata kelam itu , chorong tidak pernah melihat woohyun semarah ini .
“apa yang aku lihat tadi itu sungguhan?”
“oppa,, aku bisa jelaskan”
“APA ITU ADALAH KEINGINAN MU NAM CHORONG?!”
Chorong menangis, bukan karna dia dicium myungsoo melainkan sesuatu yang sangat penting telah hilang dari sifat seorang nam woohyun .
Sebuah rasa kepercayaan .
“lebih baik kau Tanya pada dirimu sendiri oppa. Kau akan tau jawabannya..”
Mata tajam woohyun perlahan melemah begitu melihat mata indah chorong yang telah basah dengan air mata yang terus jatuh .
‘uljimma , jaebal’
“apa oppa tau kalau aku sangat sedih sekarang? Apa oppa perduli denganku? Kenapa woohyun yang sekarang sangat berbeda dengan woohyun yang dulu? Kemana woohyun yang dulu itu pergi?! Mungkin , kita memang sudah harus berpis—hmmpphh”
Woohyun menarik tengkuk chorong , melumat bibir kissable chorong dengan kasar dan penuh emosi . chorong mendorong tubuh woohyun namun woohyun malah tetap menekan tengkuk nya , hingga kini chorong melemah , air matanya sudah banyak yang keluar dan kini telah dipaksakan untuk keluar kembali .
Woohyun melepas ciuman ganasnya karna merasakan rasa asin , chorong menangis . dan lagi-lagi karna dirinya “mian-he, aku hanya tidak ingin berpisah denganmu . aku sangat mencintaimu jadi jangan pernah berkata seperti itu lagi , nde?”
“aku juga salah oppa, seharusnya aku sebagai istri harus memahami dan mengerti suami nya. Mian-he”
Woohyun menarik chorong untuk kembali menikmati cinta nya melalui sebuah sentuhan hangat sebuah pelukan manis . “suussttt aku juga salah , kita berdua salah dalam masalah ini . jadi, kita lupakan saja masalah ini dan mulai dari awal . kau maukan?”
Sebuah anggukan kecil telah woohyun dapatkan , namja tampan itu lantas tersenyum dan menarik chorong untuk kembali membuat sebuah kehangatan ditengah cuaca dingin ini .
∞∞∞∞∞∞
“sudahlah , ini sudah larut . bukankah masih ada hari esok?”
Woohyun hanya membalas dengan deheman lirih.
Chorong menghampiri nampyeon nya yang tengah serius dengan tumpukan-tumpukan kertas didepan nya dan tidak menggubris perkataan chorong. Merasa geram , akhirnya chorong menarik kepala woohyun agar menatap mata nya .
“lanjutkan besok saja, nanti kau sakit kalau kelelahan”
Woohyun tersenyum, ‘chorong-nya’ sudah kembali . berbeda dengan dulu, karna jika woohyun mengerjakan tugas nya chorong tidak pernah sedikit pun memperhatikannya dan lebih memilih bersantai-santai didepan tv atau pergi berbelanja dengan teman-temannya .
“ini harus selesai sekarang , akan aku usahakan besok free jadi aku bisa menemanimu jalan-jalan”
Blush~
Chorong menunduk karna malu “kalau kau sibuk , tidak usah menemaniku juga tidak apa-apa , aku akan pergi sendiri seperti biasanya”
Srrett~
Mata chorong membelalak kaget ketika woohyun lagi-lagi membuat ciuman tiba-tiba . chorong dapat merasakan ciuman yang lembut itu menjadi lebih dalam .
“eunghh..” lirih chorong ketika lidah nakal woohyun masuk kedalam rongga hangatnya dan sedikit menggelitiknya .
Woohyun melepas tautan lidah itu, mata tajamnya menatap manic mata chorong . “sudah kubilang bukan, aku akan memulai semua nya dari awal . kemana pun kau mau pergi aku akan selalu berada disampingmu , menggenggam tanganmu dengan erat agar senyuman manismu itu kembali”
“oppa..”
“nde?”
“gomawo”
Chorong memeluk woohyun dengan erat , woohyun pun membalas pelukan itu .
“saranghae nam chorong”
“nado saranghae nam woohyun”
Perlahan woohyun mendekatkan wajahnya kewajah chorong , mata woohyun menutup begitu ada gesekan dihidung mancung mereka. Mendaratkan sebuah kecupan lembut tepat dibibir mungil chorong. Melumatnya dengan lembut, chorong pun melakukan hal yang sama.
Tangan chorong sesekali meremas lembut rambut woohyun ketika sang nampyeon memperdalam ciuman mereka . woohyun mendorong tubuh chorong ke atas king bed dikamar sebelah ruang kerja woohyun .
Tanpa memperdulikan waktu yang sudah dibilang larut , woohyun dan chorong masih asik dengan permainan liar yang mereka ciptakan .
“eunghh oppa nnhh..”
Ciuman woohyun perlahan mulai turun , menyentuh tiap titik sensitive chorong dan membuat chorong mendesah halus .
“bersiaplah untuk menerima seranganku”
Chorong menunduk dan memukul kecil dada bidang woohyun “oppa..”
Hanya ada suara-suara desahan halus diruangan megah itu , angin malam bahkan tidak bisa masuk dan menggantikan hawa yang terlanjur menyeruak diruangan ini .masalah ini sudah mendapatkan jawabannya ,
Sebuah kepercayaan.
∞∞∞∞∞∞
’10 : 00 am’Sinar matahari perlahan menyeruak masuk ketika sebuah celah-celah jendela membuka peluang . membuat mata yang tengah terpejam sempurna itu membuka perlahan , membiarkan kan dua buah blackeyes chorong melihat pemandangan manis didepan nya.
Orang yang dia cintai.
Bibir chorong tertarik sempurna dan semburat merah muncul dipipinya tak kala moment semalam kembali melintas disaraf otaknya. Moment yang pertama kali terjadi karna malam pertama mereka dulu lagi-lagi harus batal karna woohyun sibuk dengan urusan perusahaan nya.
Namun itu semua sudah berubah sekarang.
Woohyun yang dihadapan nya kini adalah woohyun-nya yang dulu , woohyun nya yang polos , manis , tampan dan tentu saja greasy .
“kenapa kau menatapku seperti itu? aku tau kalau aku ini sangat tampan”
“siapa yang menatapmu? Ck. Aku hanya kebetulan melihat mu sebentar”
Woohyun menarik chorong kedalam pelukannya, chorong menunduk malu karna keadaan mereka yang masih dalam keadaan naked ini .
“ish oppa menyingkirlah! Bukannya kita mau jalan-jalan? ayo cepattt” gumam chorong yang masih mencoba lepas dari cengkraman woohyun .
“tidak jadi , aku malas” ujar woohyun setelah melepas kan pelukannya dan menarik selimut tebal untuk menutupi badan nya.
“yasudah”
Woohyun terkekeh melihat chorong yang saat ini sedang tidur membelakangi badan nya . namja tampan itu akhirnya mengalah dan membalikan badan sang istri .
“ayo berangkat”
“JJEONGGMALL-EYO?!! KAJJA!!”
“kita berangkat setelah yang ini”
Chorong menaikkan alisnya tidak mengerti “memang kita mau ngapain dulu oppa?”
Srrrettt~
Mata chorong membelalak ketika kini badan woohyun –yang naked- telah berada diatas badannya “setelah beberapa ronde ini selesai”
“HUH?”
CHUP~
Saranghae nam chorong .
aku tidak akan membuatmu kembali meneteskan air mata dan tidak akan membuatmu kembali
berfikiran kalau aku tidak mencintamu .
mulai saat ini, aku akan membuatmu bahagia , sangat bahagia lebih dari apa yang pernah kau impikan dulu .
-fin-
aneh ya? mian, authornya masih sibuk sama tugas-tugas menjengkelkan ini . jadi mungkin akan vakum untuk beberapa bulan bahkan 1 tahunan lah -_- .
sampai jumpa lagi ! saranghae!
-nam naemi-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar