Senin, 09 November 2015

I Can See Your Smile



Author : Nam Na Mi (@kiranaketrin_) || cast (s) : Nam Woo Hyun (INFINITE) , Ahn Na Mi (OC) || genre : romance || length : short fanfic
this story is pure my imajination so thanks for ready and enjoy it!
Saranghae readers- deul #trowhearts
.
.
.
.
.

Na Mi mengayuh sepeda nya dengan perasaan senang dan senyuman manis dibibir. Tangan nya melambai begitu seseorang memanggil nama nya. Dan ia berhenti mengayuh begitu memasukki wilayah tujuan utama nya. Ia memicingkan matanya, guna memastikan bahwa namja yang sedang mengeluarkan sepeda dari bagasi adalah namja yang ia sukai .

‘seperti biasa. Kau tidak tersenyum pagi ini’

Dan benar saja, namja itu. Namja yang sudah membuatnya selalu berangkat pagi-pagi dengan sepeda kini tengah berjalan mengayuh sepeda sama dengan nya tepat didepan na mi . setiap hari memang seperti ini agar ia bisa menatap namja yang ia sukai. Meski tak menatap atau bahkan bertegur sapa Na Mi sudah cukup bahagia jika namja tersebut menoleh kebelakang , memastikan ada apa yang berada dibelakang nya. Memperlihatkan mata tajam serta hidung mancung dan earphone putih itu mampu membuat Na Mi hilang keseimbangan.

Na Mi telat mengerem saat tiba-tiba namja itu berhenti didepan nya. Dan disinilah Na Mi, duduk tersungkur sambil meringis kesakitan akibat lutut nya yang terlihat tergores dan mengeluarkan darah. Ia memejamkan mata, malu untuk menatap semua orang yang kini terfokus kearah nya . Na Mi membuka mata begitu ia rasakan sesuatu yang lembut dan dingin menyentuh permukaan luka nya. Ia mendongak dan mendapati namja tampan ‘nya’ kini tengah membersihkan luka nya dengan tissue basah secara perlahan.

guenchana?

“aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil”

mian-he , karna aku berhenti mendadak tadi. Kau jadi jatuh seperti ini”

“sudah kubilang, t-tidak a-ap-a apa” Na Mi berujar sedikit terbata, hey ia gugup?

Namja tampan itu melihat kearah sepeda na mi yang sudah tak berbentuk akibat menyentuh trotoar dengan cukup keras. “sepeda mu terlihat rusak . apa kau mau berangkat bersamaku? Sepertinya kau satu sekolah denganku”

“apa tidak apa-apa aku berangkat bersamamu?”

“tidak apa-apa , kajja “ ujar namja itu sambil menarik tangan Na Mi untuk duduk dibangku belakang nya . dengan lembut ia membantu na mi. membuat yeoja itu terbang entah kemana.


******* 

 Diperjalanan yang cukup romantic karna melihat disini banyak pepohonan yang mulai gugur . tangan Na Mi bahkan sejak tadi bertengger indah di pinggang namja tampan yang ia sukai . Membuat rona merah menyeruak dan entah kenapa namja tampan ini terkekeh begitu merasakan tangan Na Mi yang terasa sedikit gemetar akibat gugup.

“nama ku Nam Woo Hyun . kau?”

Na Mi tersentak “huh? Aku Ahn Na Mi”

“nama mu terdengar tidak familiar”

“benar. Aku campuran antara jepang dan korea . appa ku orang jepang dan eomma ku orang Pohang”

Woohyun memelan lalu menoleh kebelakang, ia tersenyum . senyuman manis yang ia tunjukkan diantara ribuan sakura kering diatas mereka “kalau begitu kau tidak harus menunggu ku tersenyum didepan rumahku setiap paginya. Karna mulai sekarang aku akan menunggu didepan rumahmu dengan senyuman tentu nya”

Namja itu kembali mengayuhkan sepeda nya. Meskipun ia sesekali menoleh untuk melihat rona merah diwajah Na Mi yang mampu membuat nya terkekeh pelan . Na Mi mendongak kan kepala nya. Ribuan daun diatas seolah ikut tersenyum kearah nya.

‘ ini adalah awal dari semua nya. Aku tidak akan membetulkan sepeda ku . untuk apa aku membetulkan nya jika ada yang mau membantuku untuk mengayuhnya? Woohyun. Akan selalu menarik tangan ku agar tidak terjatuh ketika kayuhan nya sedikit kencang membelah jalanan. Dan disaat itulah aku mendongak dan berujar ‘tuhan. Aku harap semua daun sakura disini ikut menyemarakkan hari ini. Yaitu hari dimana namja yang aku sukai tersenyum kepada ku’

­-fin-

Kamis, 17 September 2015

misconseption

Author : kirana ketrin (@kiranaketrin_)

Genre : marriage life , sad romance , comedy .

Length : oneshoot

Cast :

  • Nam woohyun
  • park chorong
  • kim myungsoo 


“oppa , apa kau benar-benar tidak mau datang? Lalu apa aku harus menunggumu? Atau pergi dari sini?” 

yeoja manis itu kembali menampilkan senyuman sedihnya, membiarkan hembusan angin malam dipantai jeju ini membuat surai almond nya terkibas kemana-mana . 

Hingga , jejeran angka dilayar ponsel nya kembali dia lihat ’10 : 00 pm’ . “sepertinya memang aku harus pergi, selamat tinggal nam woohyun” 

∞∞∞∞∞∞


Woohyun kembali mengurut keningnya yang tampak berkerut , menunjukkan dia yang saat ini sedang lelah . benar, urusan di perusahaan dan masalah yang cukup rumit di rumah tangganya telah membuat namja tampan ini penat .


park oh bukan, Nam Chorong. anae tercinta nya kembali menunjukkan sifat –manja- dan berharap agar dirinya mau menemani berbelanja . sedangkan rapat pentingnya dimulai beberapa menit lagi.


Apa dia harus melakukan kedua hal itu secara bersamaan? Bukankah itu gila?


Tok tok tok~


Seorang namja muncul dari balik kayu jati besar itu, namja itu tersenyum dan sesekali menaikkan kaca mata nya yang terperosot kebawah “ nam sajangnim , pertemuan rapat anda bersama jang dongwoo sajangnim 15 menit lagi”


Woohyun bangun dari kursi besar nya dan sedikit merapikan jas dan dasinya “nde sungyeol-ah, saya akan keluar  5 menit lagi”


“nde sajangnim”


Kring~


Woohyun menghela nafas , tangannya sedikit bergetar kala mata kelam nya melihat nama dikontak layar ponsel nya .


‘nae chagy’


Woohyun mengangkat telfon itu , mereka berdua sempat diam dalam beberapa detik . hingga, sebuah suara mulai terdengar ditelinga woohyun . sunggyu telah memulainya duluan .


“aku tau kau pasti tidak bisa datang , jadi .. aku akan pergi sendiri saja, jangan khawatir woohyun-ah nan guenchanayo . dah”


Tut tut tut


Belum sempat woohyun menjawab perkataan chorong tadi , panggilan sudah terputus. Okeh, disini woohyun sadar. Chorong-nya sedang merajuk .


∞∞∞∞∞∞


Chorong berjalan pelan kea rah jendela kamarnya –dan woohyun- sambil berharap sang suami datang dari ujung gerbang sana dengan sebuket bunga mawar yang menyeruak wanginya serta terdapat secarik kertas berisikan kata-kata manis didalamnya .


Namun sepertinya itu hanya khayalan , bukan nyata .


“apa aku harus pergi sendirian lagi?”


Chorong pun meninggalkan benda persegi besar itu dan melangkahkan kakinya yang terlihat gontai menuju lemari besar didepan nya . chorongmemutuskan untuk membatalkan acara jalan-jalan nya dan lebih memilih untuk meringkuk diatas bed besar nan empuk miliknya .


Berusaha memejamkan mata sipitnya namun, entah kenapa matanya itu tidak mendukung kalau dia harus tidur sekarang , hingga mata sipitnya melirik sebuah foto dengan bingkai yang manis.


Foto kelulusan nya bersama woohyun saat masih SMA dulu .


“aku sangat rindu saat-saat itu oppa” chorong memeluk foto itu mata nya terpejam beserta setetes bulir bening yang terjatuh perlahan .



-‘saat kau ada disini.. disampingku’


∞∞∞∞∞∞


Dongwoo menatap nanar kearah sahabat sekaligus partner kerja nya yang kini sedang melahap lasagna dengan ekspresi menyedihkan . terlihat jelas kalau sahabat nya itu tengah dilanda masalah yang rumit.


“apa kau sedang ada masalah?”


Woohyun mengangguk “hanya masalah keluarga biasa hyung” ujarnya lalu kembali memasukkan lasagna itu kedalam mulutnya . “tidak terlalu dipermasalahkan”


“kau yang salah disini hyun”


“eh?” woohyun mendelik lalu menatap tajam kearah hyung nya ini “kenapa aku?”


“kau akhir-akhir ini terlalu mementingkan pekerjaan dan tidak memperhatikan istrimu itu . pasti sekarang dia sedang duduk sedih atau berbaring lemah diatas kasurnya , apa kau pernah berfikir sampai sejauh itu? Apa kau pernah merasakan rasanya ditinggal sendirian? Sakit bukan? Setidaknya itulah yang dirasakan chorong sekarang”


Woohyun terdiam , ucapan Hyungnya kali ini benar. Woohyun salah dalam masalah ini, mungkinkah saat woohyun sedang tertawa senang karna berhasil memenangkan sebuah tander , chorong sedang terduduk sedih disudut kamar?


“hyung, aku mau pulang dulu . beri tau sungyeol untuk menghandel rapat ku nanti malam”


“baiklah”


Woohyun berlari menuju mobil sport merah nya, membuat ban hitam mobilnya menari diatas aspal yang kasar . terlihat jelas bahwa mobil woohyun berjalan dengan tidak lambat atau lebih tepat nya .. melaju dengan cepat .

∞∞∞∞∞∞


“dimana chorong?”


Woohyun terbingung-bingung di ruang tv rumahnya , biasanya chorong saat ini sedang menatap tv dan memangku berbagai cemilan . atau chorongsekarang sudah pergi meninggalkan nya?


Jangan sampai itu terjadi.


Hingga, langkah kaki woohyun memelan begitu melihat anae tercinta nya sedang tertidur dan
memejamkan mata sipit nya .


Woohyun memegang pipi chubby chorong, basah. “kau habis menangis?” lalu woohyun melihat sebuah foto yang saat ini sedang berada di genggaman chorong.


“mian-he” ujar woohyun sambil mendekatkan wajahnya ke wajah chorong, detik berikutnya sebuah kecupan lembut nan manis sudah mendarat tepat dikening chorong. membuat nya menggeliat dan terbangun .


“eunghhh, oppa? Kau pulang cepat?”


Woohyun mengangguk “tadi klien ku tidak datang, jadi aku pulang”


“apa kau lapar? Mau aku buatkan apa?” ujar chorongseraya membawa tubuh gempalnya berdiri.


‘bagaimana caranya agar senyuman mu itu kembali chorong-ah?’


“oppa?”


“ehh nde? Terserah kau saja”


Chorong menaruh tangan nya didagu , menatap langit kamarnya. Berusaha mencari ide menu yang menarik “ bagaimana kalau bulgogi?”


“sepertinya enak”


SKIP


Woohyun menatap chorongyang kini sedang menyantap makanan nya tanpa semangat sedikitpun , woohyun meruntuki dirinya, kenapa dia bisa sangat bodoh sampai tidak menyadari kalau selama ini chorong sedih?


“chorong-ah”


Chorong mendongak, menatap wajah sang suami yang terlihat gusar “ada apa oppa?”


“aku akan membangun cabang di jeju selama 3 hari . kau tau bukan? Kalau aku tidak bisa menyiapkan makanan dan pakaian ku sendiri? Jadi , kau harus ikut bersamaku ke jeju”


“BENARKAH? Ommo! Akhirnya aku jalan-jalan jugaaa!”


Woohyun tersenyum , dia kembali membuat chorong tersenyum dengan iming-iming. pekerjaan . tapi satu masalah kembali muncul , jika dirinya sibuk dengan cabang perusahaan . bukankah chorong akan kembali sendirian? Lalu kembali murung?



∞∞∞∞∞∞



_jeju cottage


Chorongmenatap pantai dari depan jendela cottage nya, senyuman di bibir tipis itu tidak pernah hilang semenjak kaki nya menginjak pasir halus pantai jeju ini .


Grebb~


Chorong tersentak kaget begitu sepasang lengan kekar kini telah memeluk nya dari belakang .


“bagaimana? Kau suka?” ujar woohyun sambil sesekali menghirup aroma cherry tubuh chorong


“sangat, oppa.. gomawopta”


Woohyun pun dengan cepat membalik badan chorong, sementara chorongkini telah membelalak sempurna . dia merasa ada yang aneh dengan suasana disini .
Dan benar saja, perlahan namun pasti jarak antara wajahnya dan woohyun mulai terkikis  . hingga kini telah tersisa beberapa centi saja. Woohyun memejamkan matanya begitu hidung mereka bergesekkan . dan sedikit memiringkan wajahnya .


Namun,


Kring~


Mendengar deringan ponsel nya , woohyun langsung menjauhkan wajahnya dan mengangkat telfon itu “yeobsseoo?”


“nam sajangnim , pihak swasta telah meminta anda untuk ikut hadir di rapat ini . mungkin untuk membahas tentang cabang yang baru” 


“baiklah saya akan kesana. Kau tangani dulu rapat itu 15 menit”


“nde sajangnim”


Tut tut tut


Chorong tau , dia akan kembali sendirian . jadi yeoja manis itu lebih memilih untuk kembali menatap pemandangan jeju didepan nya . “pergilah oppa , hati-hati dijalan” ujar chorong masih stay dengan posisi menatap jendela .


“apa kau marah? Atau aku akan suruh sungyeol untuk menghandel semua rapat ini saja”


Chorong lantas membalik badan nya begitu mendengar ucapan woohyun “sudahlah , nanti kasihan sungyeol oppa . lebih baik oppa kesana” chorong memejamkan matanya begitu bibir tebal woohyun mengecup kening nya lembut.


“aku akan pulang cepat”


“nde, hati-hati”


Woohyun mengambil jas nya , sebuah senyuman simpul muncul saat tangan kekar woohyun menyentuh gagang pintu yang dingin itu .


-‘chorong kau harus menungguku , saranghae nam chorong’


∞∞∞∞∞∞


’09:30 pm’


Woohyun menggenggam kuat bolpoin nya , menggertak sedikit gigi-gigi putih nya , woohyun terlihat sedikit tidak focus saat pihak swasta menjelaskan grafik pemasaran produk baru .


“nam sajangnim, jang sanjangnim bertanya kepada anda” gumam sungyeol yang membuat woohyun tersadar dan menatap partner nya .


“maaf, apa bisa anda ulangi pertanyaan nya?”


Dongwoo menghela nafas, dia tau pasti dosaeng nya itu kembali dilanda masalah akut “saya hanya ingin memberitau produk baru ini, apa anda setuju?”


“bisa kita coba dulu , baru saya akan perjelas mengenai pemasaran nya . okeh, rapat ini selesai”


Woohyun tidak menggubris tatapan-tatapan mata bawahan nya yang menatap nya dengan tatapan bingung, pasalnya rapat ini belum selesai betul tapi CEO mereka sudah berlari pergi meninggalkan ruang rapat .


Woohyun terus melihat arloji nya, alisnya mengkerut dan terlihat tetesan keringat dipelipis kepala nya .

‘kau harus menungguku chorong, jangan pergi’


∞∞∞∞∞∞


 “oppa pasti datang, aku yakin itu”


Chorong memanjangkan kakinya, sudah lebih dari 2 jam dia duduk didepan ombak yang sedang menari disana , matanya terlihat sayup dan chorong membiarkan rambut panjangnya terurai kemana-mana akibat angin malam pulau jeju yang cukup kencang nan dingin .


Merasa bosan , chorong memutuskan untuk berkeliling pantai jeju yang sejak tadi terlihat sepi . matanya terus menatap pemandangan pantai didepannya. Tangan nya mengadah , mencoba untuk bersatu dengan angin disana .


Hingga , sebuah suara telah membuatnya menoleh kebelakang ,


“park oh maksudku nam chorong?”


rentina mata chorong menangkap seorang namja tampan sedang berdiri didepan nya dengan sebuah senyuman manis . “kim myungsoo?”


“apa kabar mu?”


Chorong tersenyum dan menjawab pertanyaan myungsoo “sedang kurang baik” ujarnya sambil duduk dipasir lembut tapi dingin itu.


“masalahmu dengan woohyun?”


Chorong menggeleng “ini bukan masalah myungsoo-ah, ini sebuah kesalah pahaman”


-‘kesalah pahaman yang cukup rumit untuk sekedar dimengerti’ 


Myungsoo terdiam, chorong pun terdiam. Untuk beberapa detik suasana disini hanya diisi oleh suara berisik ombak menari dan suara hembusan angin yang begitu kencang.


“bisakah kita seperti dulu lagi chorong-ah? Mian mungkin ini sedikit gila , aku ingin kau kembali kepadaku bukankah kau tidak bahagia dengan woohyun? Jadi lebih baik kita..”


PLAKK


Sebuah tamparan keras telah diluncurkan dipipi tidak bersalah milik myungsoo . chorong menangis , menangis ketika mendengar tutur kata ‘mantan kekasihnya’ yang terdengar sangat menggelikan “kenapa kau bisa berkata seperti itu? aku bahagia bersama woohyun oppa! Setidaknya rasa bahagia nya lebih besar daripada saat aku bersama mu!”


“itu hanya sebuah kesalahan chorong-ah , kesalahan kecil”


PLAK


Lagi, entah kenapa tangan chorong melayang dengan sangat mudahnya menuju wajah bersalah myungsoo . matanya kembali mengeluarkan bulir bening yang sangat saying untuk dibuang-buang apalagi untuk namja seperti yang satu ini.


“ck, kesalahan kecil katamu? Apa maksud kecil di kalimat mu itu artinya BESAR?”


_flashback 

Langkah kaki seorang yeoja sangat terdengar sayup , kaki kecil nya perlahan menyusuri jalanan seoul yang cukup ramai. 
Matanya terus saja melihat layar ponsel yang terdapat sebuah pesan singkat didalamnya, pesan singkat yang telah membuat hari nya kini terihat sangat menyedihkan .



From : myungie
Aku tau ini mungkin terdengar sangat kasar dan buruk . 
aku hanya ingin kau tau,bahwa hubungan mu denganku sepertinya sudah
tidak bisa diselamatkan. Dan harus berakhir.
Jangan khawatir, aku sudah memiliki seorang pengganti ,
Dan aku harap kau juga mendapatkan penggantiku.
-L-

Chorong memutuskan untuk duduk dikursi reot belakang kampusnya , matanya terpejam tak kala sang angin musim semi melintas didepan wajahnya. 


“sepertinya memang aku harus menghabiskan waktu musim semi ku sendirian”


“siapa bilang kau akan sendirian?” 


Chorong terkejut bukan main saat tiba-tiba woohyun berada diatas nya , kini woohyun tengah membaca buku komik diatas pohon tempat chorong berteduh . 


“kau mengaget kan ku pabo!” keluh chorong yang masih mengatur nafasnya “kenapa kau berada diatas situ?”


Woohyun membuka komiknya, disana terdapat sebuah daun kering disempilan halaman tebal buku woohyun , “aku ingin mencarikan mu daun sebagus ini juga, tapi. Tidak ada , jadi daun ini untukmu saja” 


“daun?”


Woohyun lompat turun kebawah , senyumannya tambah mengembang saat chorong tersenyum karna melihat daun yang diberikan olehnya . 


“daun itu sangat persis dengan mu”


Chorong mendelik “apa maksud mu oppa! Apa kau ingin mengatakan kalau aku ini coklat gelap seperti daun ini? Dan ap- hmmpphh”


Ucapan chorong terhenti karna dengan santainya woohyun menjepit mulutnya dengan tangan nya . “kau ini sama seperti daun, terlihat sangat indah dan sangat menarik namun kau bisa saja hancur saat aku lengah membiarkan mu disentuh oleh sesuatu yang kasar”


Blushhh~~~


Chorong menunduk , mencoba menutupi wajahnya yang kini sudah memerah sempurna . woohyun yang melihatnya hanya terkekeh kecil . 


“chorong-ah..”


“nde oppa?”


“saranghae, aku tau kau sama sekali tidak mencintaiku tapi bisakah kau memberikan sebuah kesempatan untukku ? aku hanya ingin mengobati luka mu yang terlampau sakit itu . jadi mau kah kau?”


Chorong diam begitu mendengar ucapan woohyun , terlihat jelas woohyun kini sedang menggenggam komik nya dengan sangat erat , menantikan sepotong jawaban yang akan keluar. 


Woohyun menghela nafas, dia tau jawaban yang akan dikeluarkan oleh chorong . “aku tau, kau tidak dapat mencintaiku . jadi lebih baik kau lup---“


Chu~


-“nado saranghamnika woohyun-ah” 


_end flashback . 


“mian-he oppa , aku sudah memutuskan akan hidup bersama woohyun oppa . hanya itu” ujar chorong sambil melangkah pergi meninggalkan myungsoo . namun,


Srretttt


CHU~


Seorang namja tampan sedang terdiam ditempatnya begitu melihat yeoja yang dia cintai kini sedang dicium oleh namja yang tak lain adalah ‘sahabat lamanya’ . air mata nya lolos begitu saja tak kala chorong terlihat memejamkan mata juga.


Lalu apa ini sebuah akhir dari semua nya?


‘chorong-ah..’


Chorong mendorong keras badan myungsoo lalu kembali memberikan tamparan telak . kali ini jauh lebih keras . “APA YANG KAU LAKUKAN OPPA? APA KAU GILA?”


“YA! AKU SUDAH GILA! KAU YANG TELAH MEMBUATKU SEPERTI INI! AKU AKAN MEREBUTMU DARI WOOHYUN ! LIHAT SA—“


Bug


“BICARA LAGI KAU KALAU BERANI?!” ujar woohyun yang masih memegangi kerah baju myungsoo . menatap nya tajam , menyampaikan amarah nya yang benar-benar sudah memuncak sekarang .


Namun, bukannya sebuah permintaan maaf yang keluar. Melainkan sebuah kata-kata kasar “AKU AKAN MEREBUT CHORONG DARIMU!”


Bug
Bug
Bug
Bug


“WOOHYUN OPPA CUKUP!”


Woohyun melempar myungsoo yang pingsan dengan berlumuran darah ketanah “itu akibatnya jika kau melakukan hal yang salah” .


Chorong menelan saliva nya begitu woohyun menengok kearah nya, menatap nya menggunakan mata kelam itu , chorong tidak pernah melihat woohyun semarah ini .


“apa yang aku lihat tadi itu sungguhan?”


“oppa,, aku bisa jelaskan”


“APA ITU ADALAH KEINGINAN MU NAM CHORONG?!”


Chorong menangis, bukan karna dia dicium myungsoo melainkan sesuatu yang sangat penting telah hilang dari sifat seorang nam woohyun .


Sebuah rasa kepercayaan .


“lebih baik kau Tanya pada dirimu sendiri oppa. Kau akan tau jawabannya..”


Mata tajam woohyun perlahan melemah begitu melihat mata indah chorong yang telah basah dengan air mata yang terus jatuh .


‘uljimma , jaebal’


“apa oppa tau kalau aku sangat sedih sekarang? Apa oppa perduli denganku? Kenapa woohyun yang sekarang sangat berbeda dengan woohyun yang dulu? Kemana woohyun yang dulu itu pergi?! Mungkin , kita memang sudah harus berpis—hmmpphh”


Woohyun menarik tengkuk chorong , melumat bibir kissable chorong dengan kasar dan penuh emosi . chorong mendorong tubuh woohyun namun woohyun malah tetap menekan tengkuk nya , hingga kini chorong melemah , air matanya sudah banyak yang keluar dan kini telah dipaksakan untuk keluar kembali .


Woohyun melepas ciuman ganasnya karna merasakan rasa asin , chorong menangis . dan lagi-lagi karna dirinya “mian-he, aku hanya tidak ingin berpisah denganmu . aku sangat mencintaimu jadi jangan pernah berkata seperti itu lagi , nde?”


“aku juga salah oppa, seharusnya aku sebagai istri harus memahami dan mengerti suami nya. Mian-he”


Woohyun menarik chorong untuk kembali menikmati cinta nya melalui sebuah sentuhan hangat sebuah pelukan manis . “suussttt aku juga salah , kita berdua salah dalam masalah ini . jadi, kita lupakan saja masalah ini dan mulai dari awal . kau maukan?”


Sebuah anggukan kecil telah woohyun dapatkan , namja tampan itu lantas tersenyum dan menarik chorong untuk kembali membuat sebuah kehangatan ditengah cuaca dingin ini .


∞∞∞∞∞∞


“sudahlah , ini sudah larut . bukankah masih ada hari esok?”


Woohyun hanya membalas dengan deheman lirih.


Chorong menghampiri nampyeon nya yang tengah serius dengan tumpukan-tumpukan kertas didepan nya dan tidak menggubris perkataan chorong. Merasa geram , akhirnya chorong menarik kepala woohyun agar menatap mata nya .


“lanjutkan besok saja, nanti kau sakit kalau kelelahan”


Woohyun tersenyum, ‘chorong-nya’ sudah kembali . berbeda dengan dulu, karna jika woohyun mengerjakan tugas nya chorong tidak pernah sedikit pun memperhatikannya dan lebih memilih bersantai-santai didepan tv atau pergi berbelanja dengan teman-temannya .


“ini harus selesai sekarang , akan aku usahakan besok free jadi aku bisa menemanimu jalan-jalan”


Blush~


Chorong menunduk karna malu “kalau kau sibuk , tidak usah menemaniku juga tidak apa-apa , aku akan pergi  sendiri  seperti  biasanya”


Srrett~


Mata chorong membelalak kaget ketika woohyun lagi-lagi membuat ciuman tiba-tiba . chorong dapat merasakan ciuman yang lembut itu menjadi lebih dalam .


“eunghh..” lirih chorong ketika lidah nakal woohyun masuk kedalam rongga hangatnya dan sedikit menggelitiknya .


Woohyun melepas tautan lidah itu, mata tajamnya menatap manic mata chorong . “sudah kubilang bukan, aku akan memulai semua nya dari awal . kemana pun kau mau pergi aku akan selalu berada disampingmu , menggenggam tanganmu dengan erat agar senyuman manismu itu kembali”


“oppa..”


“nde?”


“gomawo”


Chorong memeluk woohyun dengan erat , woohyun pun membalas pelukan itu .


“saranghae nam chorong”


“nado saranghae nam woohyun”


Perlahan woohyun mendekatkan wajahnya kewajah chorong , mata woohyun menutup begitu ada gesekan dihidung mancung mereka. Mendaratkan sebuah kecupan lembut tepat dibibir mungil chorong. Melumatnya dengan lembut, chorong pun melakukan hal yang sama.


Tangan chorong sesekali meremas lembut rambut woohyun ketika sang nampyeon memperdalam ciuman mereka . woohyun mendorong tubuh chorong ke atas king bed dikamar sebelah ruang kerja woohyun .


Tanpa memperdulikan waktu yang sudah dibilang larut , woohyun dan chorong masih asik dengan permainan liar yang mereka ciptakan .


“eunghh oppa nnhh..”
Ciuman woohyun perlahan mulai turun , menyentuh tiap titik sensitive chorong dan membuat chorong mendesah halus .


“bersiaplah untuk menerima seranganku”


Chorong menunduk dan memukul kecil dada bidang woohyun “oppa..”


Hanya ada suara-suara desahan halus diruangan megah itu , angin malam bahkan tidak bisa masuk dan menggantikan hawa yang terlanjur menyeruak diruangan ini .masalah ini sudah mendapatkan jawabannya ,


Sebuah kepercayaan.


∞∞∞∞∞∞
’10 : 00 am’

Sinar matahari perlahan menyeruak masuk ketika sebuah celah-celah jendela membuka peluang . membuat mata yang tengah terpejam sempurna itu membuka perlahan , membiarkan kan dua buah blackeyes chorong melihat pemandangan manis didepan nya.


Orang yang dia cintai.


Bibir chorong tertarik sempurna dan semburat merah muncul dipipinya tak kala moment semalam kembali melintas disaraf otaknya. Moment yang pertama kali terjadi karna malam pertama mereka dulu lagi-lagi harus batal karna woohyun sibuk dengan urusan perusahaan nya.


Namun itu semua sudah berubah sekarang.


Woohyun yang dihadapan nya kini adalah woohyun-nya yang dulu , woohyun nya yang polos , manis , tampan dan tentu saja greasy .


“kenapa kau menatapku seperti itu? aku tau kalau aku ini sangat tampan”


“siapa yang menatapmu? Ck. Aku hanya kebetulan melihat mu sebentar”


Woohyun menarik chorong kedalam pelukannya, chorong menunduk malu karna keadaan mereka yang masih dalam keadaan naked ini .


“ish oppa menyingkirlah! Bukannya kita mau jalan-jalan? ayo cepattt” gumam chorong yang masih mencoba lepas dari cengkraman woohyun .


“tidak jadi , aku malas” ujar woohyun setelah melepas kan pelukannya dan menarik selimut tebal untuk menutupi badan nya.


“yasudah”


Woohyun terkekeh melihat chorong yang saat ini sedang tidur membelakangi badan nya . namja tampan itu akhirnya mengalah dan membalikan badan sang istri .


“ayo berangkat”


“JJEONGGMALL-EYO?!! KAJJA!!”


“kita berangkat setelah yang ini”


Chorong menaikkan alisnya tidak mengerti “memang kita mau ngapain dulu oppa?”


Srrrettt~


Mata chorong membelalak ketika kini badan woohyun –yang naked- telah berada diatas badannya “setelah beberapa ronde ini selesai”


“HUH?”


CHUP~


Saranghae nam chorong .
aku tidak akan membuatmu kembali meneteskan air mata dan tidak akan membuatmu kembali 
berfikiran kalau aku tidak mencintamu .
mulai saat ini, aku akan membuatmu bahagia , sangat bahagia lebih dari apa yang pernah kau impikan dulu .

-fin-

aneh ya? mian, authornya masih sibuk sama tugas-tugas menjengkelkan ini . jadi mungkin akan vakum untuk beberapa bulan bahkan 1 tahunan lah -_- . 

sampai jumpa lagi ! saranghae!

-nam naemi-


Jumat, 10 Juli 2015

agyrophobia (chapter 2)


Main cast : 
Nam woohyun (INFINITE)
Park chorong ( A PINK)
Kim sunggyu 
Other cast : 
Kim myungsoo (INFINITE)
Lee sungyeol (INFINITE)
Genre : sad , romance
Summary : “aku yang selalu menunggu mu disini , tapi kenapa kau tidak kunjung datang ? dan tanpa kau sadari , kau sudah membuatku untuk menunggu mu lebih lama lagi .”
Ket : huruf yang bercetak miring , itu ucapan dalam hati . kalau yang bercetak miring sama bergaris bawah ,, itu artinya pesan /sms . nde!
Mian kalo ada yang typo   happy reading! 
Baca chapter ini , biar lebih baper :v sambil dengerin lagu only tears . kalau nggk lagu sedih lainnya. 


********agyrophobia chapter 2********

***


_woohyunPOV


Ditepi jalan , aku duduk dan hanya menatap chorong yang sedang mencoba untuk menahan tangisannya dan mencoba untuk tersenyum , dia tersenyum tapi bagiku itu adalah senyuman paling menyakitkan yang pernah aku lihat .

Aku mencoba untuk memecah keheningan disini , dengan cara membuka sebuah topik pembicaraan

“bagaimana dengan rencana mu tadi?”



“huaaaaa” chorong menangis , dia menangis sangat kencang sehingga orang-orang disekitar menatap kearah kami



“mian chorong-a , seperti nya aku salah bicara”



Aku mencoba untuk membuat chorong tidak menangis lagi tapi , chorong malah makin memperbesar volume suara nya “huaaaa”



“kau apakan pacarmu?”



“any ahjumma , dia itu sedang..”



Belum selesai bicara , tapi ahjumma ini sudah menarik telingaku . dan rasanya sangat sakit -_-



“aaaa!! Ahjumma lepaskan” teriakku



“hahaha” chorong tertawa



“kau menyukainya? Baiklah”  Ahjumma jahat ini makin menarik telingaku .



“omo ! lepaskan ahjumma!!!”



“lepaskan ahjumma , aku sudah baikkan . kamsahamida” ucapan chorong membuat ahjumma ini melepaskan tangan nya dari telingaku dan pergi



“kau puas?” ucapku sambil mengelus (?) telingaku yang mulai memerah ini .



“seharusnya aku foto kejadian tadi , ekspresimu lucu! Haha!”
Chorong tertawa , ya walaupun dia tertawa jahat tapi yang penting dia tertawa . apa sekarang saja aku menyatakan perasaan ku padanya? Any ,any . pasti dia masih ingat kejadian tadi bersama gyu hyung . baiklah aku akan mengatakannya lain waktu .



“woohyun-a!” teriakan itu membangunkanku dari lamunanku



“nde?”



“kau tidak mau pulang? Ini sudah malam”



***

_otherside




“kemana mereka? Apa, apa kita ditinggal?!” sungyeol panik sendiri



“dompetku , dompetku ada diloker!!” myungsoo tak kalah panic



“tenang saja, pakai uangku dulu”



“baguslah”



Lega? Tentu saja tidak , sungyeol membawa dompet ,, tapi isinya? Tidak ada selembarpun uang disana , hanya terdapat sebuah foto yeoja yang sedang ditaksir sungyeol .



“otthoke??” mereka mengucap bersamaan .


Hening .


***



_woohyunPOV



Sudah dua minggu semenjak kejadian itu , chorong berubah .. sangat berubah. Dia sudah jarang pergi rapat dan juga sudah tidak curhat denganku mengenai gyu hyung . dia masih ceria dan juga periang .., tapi aku merasa dia bukan chorong . dia chorong yang lain.


“chorong-a!” panggil gyu hyung



“wegure hyung?”



“nanti temani aku mengantarkan uang ini”



“..” chorong hanya membalas dengan sebuah anggukan mungil .



Aku melihatnya dengan sangat heran , kenapa gyu hyung harus menyuruh chorong ? bukankah sekertarisnya ada? Dan kenapa bukan aku? Kenapa harus chorong? . banyak pertanyaan yang berada dibenakku sekarang .



SKIP



“kaja kita berangkat”



“kaja”



“gyu hyung! Chorong-a!”“



“wegure woohyun-a?” chorong kaget karna tiba-tiba aku datang



“aku ingin ikut kalian , apa tidak boleh?”



“..” gyu hyung diam dan melanjutkan langkah kakinya



Ini semakin membuatku penasaran , sikap gyu hyung aneh akhir-akhir ini .



***


Ini dia , yang aku takutkan akhirnya datang , kita akan menyebrang . keringat dingin mengalir deras dan juga ketakutan ini datang lagi . aku menggenggam kuat tangan chorong dan sepertinya chorong menyadari phobiaku sedang kambuh sekarang,


“guenchana woohyun-a , aku ada disini” chorong menggenggam kuat tanganku



“kenapa kalian berhenti?” Tanya gyu hyung



“any , kaja kita jalan” kata chorong



“chorong-a,,”



“kalau kau takut , kau tutup saja matamu”



Kejadian itu terulang , kejadian malam itu . saat chorong menutup mataku dengan tangannya yang hangat , dan benar saja .. rasa takut ini hilang begitu saja .
Gyu hyung melihat kami dengan tatapan heran dan juga bingung.



“guenchana woohyun-a?” Tanya gyu hyung , mungkin karna dia melihat muka ku yang sekarang mungkin sudah seperti mayat hidup



“guenchana , kaja nanti kita terlambat”



Kami melanjutkan perjalanan , ada yang berbeda . aku merasa hangat , dan ternyata .. tanganku dan chorong masih saling menggenggam erat .



“lepaskan woohyun-a”



“shirreo”



Chorong masih mencoba melepaskan tangannya dari tanganku tapi aku malah mengeratkan peganganku .



“aku tidak akan melepaskan mu chorong-a , aku takut kau akan menjadi milik namja lain . seperti namja yang sedang berada didepanku sekarang . kim sunggyu” ucapku dalam hati



***


_SunggyuPOV



“gyu hyung , siapa yang akan mengantarkan uang ini?”


“kau saja yang masuk , aku dan chorong akan tunggu disini”


Woohyun sepertinya tau maksud ku , tapi dia pura-pura tidak tau dan memilih mengikuti alur permainan ku ini .


“chorong-a , aku kebelakang panti dulu”


“…” chorong hanya membalas dengan sebuah anggukan mungil



***



_ChorongPOV



Hening , itulah yang menyelimuti suasana disini .. kemana pergi nya gyu hyung dan woohyun? Kenapa mereka berdua itu lama sekali .
Hingga akhirnya sebuah deringan ponsel membuat keheningan ini pecah



From : sunggyu hyung
Temui aku di belakang panti

To : sunggyu hyung 
“ada perlu apa hyung?”

From : sunggyu hyung
“datang saja” 

Aku ikuti permintaan gyu hyung untuk kebelakang panti , walaupun dibenakku masih ada segunduk pertanyaan .

***

_SunggyuPOV



Aku duduk disini , sambil Menunggu kedatangan seorang yeoja yang waktu itu telah aku sakiti perasaan nya .


“gyu hyung..” lirih chorong .



Mendengar suara lembut itu , aku langsung berdiri dan memeluk nya .. entah yang aku lakukan ini benar atau salah , tapi yang jelas aku ingin memeluk nya . memeluk badan dingin chorong .


“chorong-a.. mian karna sudah menyakiti mu waktu itu , mian karna aku sudah menghancurkan perasaan mu waktu itu , dan mian .. karna aku sudah membohongi mu dan bahkan membohongi perasaan ku sendiri”



Pelukan hangat ini cukup lama , hingga aku merasa bahwa baju ku basah
“chorong-a , jangan menangis . jaebal”



Entah setan apa yang merasukiku , aku tiba-tiba mencium kening chorong , mencium nya dengan lembut .
Setelah aku menciumnya , chorong memelukku . memelukku dengan sangat erat , sepertinya dia sudah memaafkan ku dan sekaligus menerimaku .


“gomawo , bany gomawo chorong-a”


***


_otherside

_woohyunPOV

sudah lebih dari 30 menit aku duduk dibawah pohon ini , menunggu dua orang yang entah akan datang atau tidak .


“woohyun-a!”


“kemana saja kau?! Kau tau aku sudah menunggumu lama sekali disini , mungkin aku sudah menghabiskan separuh halaman novel ku!”


Aku mengomel ke chorong , tapi sepertinya dia malah senyum-senyum dan tidak mendengarkanku .


“kau tau woohyun-a?! aku dan gyu hyung sudah…”


“pacaran” ucap gyu hyung yang tiba-tiba datang .


Gyu hyung menyambung kata-kata chorong tadi . aku masih diam tanpa kata , masih mencoba mengartikan kata “pacaran” ,.


“wahh daebak! Chukka chukkae!” . Aku mencoba untuk setenang mungkin


“kaja! Aku akan mentraktirmu makan ice cream”


“any chorong-a , aku pulang saja .. nanti eomma marah”


“tapi kan..”


“sudah kaja rongie-a” gyu hyung menarik tangan chorong


“rongie-a? apa itu panggilan sayang?” runtuk woohyun dalam hatinya


“Aku yang selalu menunggu mu chorong-a , tapi kenapa akau tidak kunjung datang ! dan kenapa kau malah tambah menjauh?! We ! we!!!”


Aku berteriak ditempat sunyi ini, mengeluarkan semuanya . semua yang aku pendam selama ini.. mungkin yang hanya bisa mengerti keadaan ku sekarang adalah pohon dibelakang ku ini .


Tes.


“ige mwoya? Apa hujan? Kenapa ada air disini?”


Itu bukan hujan , melainkan air mata . air mata ku sendiri


***


_At kedai ice cream

“seharusnya kita ajak woohyun , dia itukan penggila ice cream” ucap chorong


“penggila ice cream?”


“nde oppa , dia itu sangat suka sekali sama yang namanya ice cream ,, dulu saat aku dan woohyun masih sekolah dasar..”


Flashback on


_authorPOV

Chorong dan woohyun jalan dengan terhuyung-huyung , mungkin karna lelah habis pulang sekolah.



“kita duduk disini dulu lah” woohyun menaruh tas nya di bangku pinggir jalan seoul


“hmm” chorong hanya mengikuti woohyun


“cha ,, kau haus kan?” woohyun menyodorkan air minumnya


“jadi setiap hari kau bawa air minum ?! pantas kau tidak pernah kehausan ! dan ,, dan kenapa kau tidak membaginya dengan ku!”


Setiap kali chorong mengomeli woohyun , yang woohyun lakukan hanya cengar cengir .


“ike mwoya?” woohyun mengambil selembaran yang ada disampingnya


“molla .. coba baca”


“omo! Ini ice cream!! Enak-enak sekali!!!!! Kau lihat yang ini?!! Ini banyak kacang almond nya ! pasti enak!”


Woohyun kalau sudah melihat yang namanya ice cream , dia akan teriak-teriak sendiri dan heboh sendiri


“itu sangat mahal , kau tidak akan mampu membelinya”


Senyuman di wajah woohyun menghilang “iya juga,, kalau aku meminta uang ke eomma untuk beli ice cream .. pasti tidak diberikan”


“lalu bagaimana caranya woohyun beli ice cream itu?” myungsoo memotong ucapan chorong


“myungsoo sedang apa kau disini?” Tanya gyu hyung


“sebenarnya aku sedang kencan dengan yeoja ku , tapi dia malah memutuskan ku .. yasudah” jawab myungsoo santai


“dasar playboy mermuka dingin”


“mwo?! .. ya! Kalian sedang apa disini? Apa kalian sudah pacaran?”


“sudah” tegas gyu hyung terus terang


“jinjja? Yess!! Aku dapat ice cream gratis!” teriak myungsoo lalu memesan


“ice cream mocca!”


“cha, ayo lanjutkan ceritanya”


“sungyeol-ra?” sekarang myungsoo yang terkejut


“we? Aku bekerja disini . ayo cepat lanjutkan ceritanya., aku penasaran dengan masa lalu nya idol sekolah”


“hapus saja harapan mu untuk membeli ice cream”


“any! Aku akan membelinya ! dan membelikan nya untuk mu juga!”


 “aku janji” ucap woohyun sambil mengangkat tangan nya


Mendengar ucapan woohyun barusan .. chorong diam .


“kaja kita pulang”


“kau pulang duluan saja”


“kau mau kemana?”


“aku mau ke suatu tempat dulu , kau pulang duluan saja”


“oke, hati-hati woohyun-a!”


Dan akhirnya kami berjalan pelan dan saling berlawanan arah .


***


“ayolah ahjussi , izinkan aku mengantarkan Koran-koran itu!” rengek seorang namja sambil mengeluarkan senyuman nya yang ,mengandung bahan radioaktif (?) yang mampu membuat orang pingsan .


“tidak bisa , kau ini baru kelas 4 sd”


“aish jinjja , ayolah ahjussi”


“baiklah , tapi kau sanggup kan? Koran ini jumlah nya tidak sedikit”



“NDEEE!! Aku sanggup!”



“tadi siapa namamu?"



“NAM WOOHYUN!” teriak woohyun antusias



“nah hyunwoo…”



“woohyun ahjussi..”



“ah , iya woohyun . kau besok datang kesini jam 5 pagi”



“nde! Kamsahamida ahjussi! Aku akan kesini besok pagi , “ woohyun pergi meninggalkan tempat itu.



“jangan sampai terlambat hyunwoo-a!”



“nde! Ahjussi juga jangan lupa namaku woohyun! Bukan hyunwoo!” teriak woohyun dari jauh , yang membuat ahjussi itu mengembangkan sebuah senyuman manis .



SKIP



Disebuah pagi yang dingin , woohyun pelan-pelan mengeluarkan sepeda nya dari gudang dan menuju toko ahjussi yang kemarin dia temui .



“ahjussi!”



“ah hyunwoo-a . kau datang tepat waktu”



“mana korannya ahjussi?!”



“kau bersemangat sekali pagi ini , memangnya uang yang akan kau dapat dari hasil mengantar Koran itu untuk apa?”



“untuk sahabat ku , aku akan membelikan nya ice cream kacang almond”



“nah , kau antar ya”



“NDE!”



Dengan kaki kecilnya , woohyun menggoes sepeda nya perlahan . melewati satu persatu rumah , dan melemparkan Koran dengan tangan kecilnya . phobia woohyun? Dia tidak perlu khawatir .. karna woohyun menghantarkan koran nya di daerah gang saja ,, jadi tidak harus menyebrangi jalanan yang besar .



SKIP



Woohyun pulang kerumah setelah dia menghantarkan Koran . woohyun sangat bersemangat karna hari ini dia akan membelikan chorong ice cream .



***


-Dijalanan besar kota seoul -


Terdapat namja yang sedang duduk menunggu seseorang dengan sebuah senyuman lebar nan manis .
“chorong-a!”



“kau masih belum bisa menyebrang?”



“kau tau? Aku sudah mendapatkan uang nya! Nanti setelah pulang sekolah , kita akan makan ice cream!”



“mwo? Kau sudah mendapatkan uang nya? Cepat sekali?! Apa kau mencuri?”



“HEY! Aku ini nam woohyun yang baik hati , jadi tidak mungkin aku mencuri .. aku mendapat uang nya dari menghantarkan Koran tadi pagi .. walaupun aku ini pembohong ulung (ini asli sifat woohyun oppa:v wwk) tapi yang aku katakan ini jujur!”



Setelah mengatakan itu , woohyun berharap bahwa dia akan mendapatkan sebuah pujian , tapi nihil .. chorong hanya biasa saja .



“sudahlah kaja , kita akan terlambat”



***


SKIP jam pulang sekolah


Woohyun menunggu didepan kelas chorong , dia sangat bersemangat hari ini . karna sebentar lagi dia akan merasakan rasa ice cream dambaan nya itu ..


“chorong-a!”



“ya! Kau mengagetkan ku!”



“hehe mian,, kajja kita berangkat” woohyun menarik tangan chorong



“woohyun! Pelan-pelan jalannya!!”



Woohyun dan chorong pergi kerestoran itu , tapi ada kejadian kecil yang chorong perbuat sehingga dapat merubah semuanya .



“apa yang kau lakukan chorong-a?!” teriak myungsoo memutus cerita chorong



“bisakah kau diam?!” sunggyeol memberikan tatapan membunuh nya .



“mian,, ayo lanjutkan” myungsoo mengeluarkan jurus andalan nya,, aegyo maut!



Flashback again?



Chorong menabrak seorang ahjussi yang sedang memakan doebboki , mungkin karna dia terlalu bahagia (?) . jadinya jas yang dikenakan ahjussi itu kotor


“casahammida ahjussi”



“kau ini?! Apa kau tau jas ini sangat mahal!”



Tiba-tiba woohyun menarik tanganku dan sekarang dia yang berada didepan , menghadapi kemurkaan(?) ahjussi itu .



“aku akan membayar uang cuci nya”



Woohyun , dia memberikan uang itu . uang yang dia dapatkan dari menghantarkan Koran .



***



Ditepi jalan yang biasa kami lewati , chorong dan woohyun duduk termenung . terukir jelas raut muka sedih di wajah woohyun .mungkin karna dia tidak jadi memakan ice cream dambaan nya itu .



“mian woohyun-a..”



Setelah chorong mengucapkan kata-kata itu . woohyun pergi . woohyun pergi meninggalkan chorong duduk disini sendiri ,


“kenapa kau sangat ceroboh park chorong?!” chorong mengomeli dirinya sendiri lalu menangis



“tidak perlu menangis chorong-a..”



“woohyun-a..”



“cha! Aku membeli ice cream almond itu , tapi Cuma satu . jadi kita makan bersama sama ya?”



Woohyun duduk lalu memakan ice cream dambaan nya itu , senyuman itu kembali .. senyuman yang sempat hilang tadi . woohyun menepati janjinya, dia akan membelikan chorong ice cream dan juga makan bersama dengan nya .. ya walaupun di tepi jalan .



Flashback off



“cerita yang bagus” ucap namja dibelakang yang sontak membuat mereka membulatkan kedua matanya .



“WOOHYUN-A!”



****************To Be Continue ****************


Gimana? Makin nggk jelas alur nya yak? Wkwk mian . author nya juga bingung dan agak pesimis ngepost nya .. 
Kalau jelek boleh kok diketawain , karna kata bang dika “sesuatu akan kita pahami , kalau kita tertawai” 
Gamsahamida!

Sabtu, 20 Juni 2015

Agyrophobia (chapter 1)



Genre : sad , romance
Summary : “pernah merasa kalau sebuah jalanan itu sama seperti seorang pembunuh berdarah dingin?”
Ini fanfiction pertama yang aku buat per chapter , biasanya Cuma one shoot . mian kalau kurang panjang . soalnya ini fanfic aku buat kurang dari 2 jam wkwk jadi yang lagi ada di otak aja aku ketik.
Mian kalo ada yang typo J  happy reading! J

Cast :


Nam woohyun


park chorong 


Kim sunggyu

Other cast :

kim myungsoo


lee sungyeol




***
Sempat terfikir oleh ku , seandainya saja didunia ini tidak ada jalanan . itu berarti aku tidak harus menyebrang jalan bukan? Ya itulah phobia yang berada di tubuhku . agyrophobia yaitu merasa takut untuk menyebrang jalan sendirian . aneh bukan? Kenapa tuhan memberikan penyakit aneh ini ke diriku kenapa bukan orang lain saja , bukankah ada berjuta juta orang didunia ini ? dan kenapa harus aku? . entahlah ,, yang aku lakukan adalah mencoba untuk pasrah walaupun itu sulit .
Sebuah alarm berbunyi , itu tanda nya pagi ku sudah harus dimulai . aku bangun dan bersiap-siap untuk kesekolah dan tentu saja bersiap-siap untuk menyebrang .

***
Jalanan ini sepi , entah kenapa jalanan ini sepi sekali . jadi aku akan menunggu seseorang menyebrang bersamaku , agar aku tidak menyebrang sendirian . ya itulah aku
‘woohyun-a!’
Teriakan itu , hanya dimiliki oleh seorang yang bernama chorong , kim chorong . dia adalah sahabat ku . dia yang selalu menemaniku saat aku menyebrang jalan dan juga dia adalah satu-satu nya orang yang berani memukul kepalaku -_-
‘kau masih belum berani menyebrang sendirian? Jalanan nya kan sepi’
‘seperti biasa’
‘cobalah!’
Chorong mendorongku ketengah jalanan , aku merasa takut.. sangat takut . aku jongkok (?) dan menundukkan kepalaku . dada ku sesak dan juga keringat terus mengalir .
‘woohyun-a cobalah! Ayo coba!’
Chorong teriak-teriak sendiri , tidak tau apa yang aku rasakan disini -_-
‘wo..hyun-a” chorong mulai panik melihat ku ditengah jalan
‘mi..an , aku hanya bercanda’ chorong menghampiriku ketengah jalan
‘..’ aku masih jongkok di situ(?)
‘kaja, kita menyebrang pelan-pelan’
Chorong memelukku , dia memelukku dengan erat dan menuntunku untuk menyebrangi jalanan ini.

***
Ditepi jalan , aku duduk dan chorong memberikanku air agar aku tenang
‘gara-gara kau phobia itu kambuh’
‘mian mian mian mian’ chorong memasang tampang aegyo maut nya
‘sudahlah kaja , kita akan terlambat’
Sebelum aku pingsan karna melihat aegyo chorong , lebih baik aku menghindar .

***
Kita pun sampai disebuah sekolah yang bernama high school of seoul
‘sepertinya kau akan mendapat ribuan surat cinta lagi’ chorong melihat kearah yeoja yang sedang memperhatikanku dan juga meneriaki namaku
‘sepertinya’ jawabku pelan
Sebuah suara telah memberhentikan langkah kaki ku dan chorong
‘ya! Chorong-a!’
‘wegure sungyeol-ra?’
‘kau dipanggil gyu hyung , kaja!’
‘kaja’
Dan sekarang aku sendirian , aku pergi ke lokerku yang paling pojok untuk mengambil sebuah headset . dan benar saja , setelah aku buka lokerku surat-surat itu berjatuhan , surat-surat cinta dari yeoja-yeoja di sekolah ini . surat cinta yang menggelikan dan juga tidak jelas isinya (?)
‘woohyun-a!’ panggil myungsoo
‘we?’
‘bagaimana kau menyebrang pagi ini?’
‘seperti biasa , penyakit itu kambuh lagi’ jawabku santai
‘hahahah’
Myung soo tertawa , dan aku ingin sekali memasukkan semua surat-surat ini kedalam mulutnya
‘cha, aku ada dokter psikolog bagus’
‘sudah berapa banyak dokter yg aku kunjungi? Dan hasilnya? Penyakitku malah tambah parah’
‘kali ini pasti berhasil’
‘sudahlah , lebih baik kita ke perpustakaan saja. Kaja!’
‘perutku sakit , aku harus ke toilet . kau ke perpustakaan sendiri dulu ya’ myung soo pergi meninggalkan ku sendirian
‘selalu seperti itu’
Dan aku berangkat ke perpustakaan sendiri , sesampainya disana aku melihat chorong dan gyu hyung sedang berbicara , seperti nya membicarakan hal yang serius
‘ya! Orang aneh! Woohyun-a!’
Aku tidak marah kalau dipanggil aneh , toh memang aku aneh bukan? Lagipula kalau aku melawan chorong pasti nanti aku tidak akan pulang cepat dan juga banyak luka lebam di muka ku nanti .
‘we?’
‘kita akan mengadakkan amal , kau kan salah satu anggota osis . jadi kau harus ikut’
“Mwo? Amal ? itu berarti aku harus berdiri di pinggir jalan? Omooo, kenapa aku harus melakukan sesuatu yang berhubungan dengan jalanan? Dan yang lebih parah lagi , kenapa harus aku?”
‘woohyun-a!’
‘ehh , nde?’
‘kau ikut tidak?!”
‘ikut’
Aku tidak ingin di cap sebagai pengecut didepan sunggyu hyung , ya namja yang disukai oleh chorong .
“kaja kita rapat’ ucap gyu hyung
‘kaja!’
Seperti biasa , kalau ada rapat pasti yang paling semangat adalah chorong . dan aku? Aku lebih memilih membaca buku novel favoritku ditempat yang sepi dan tenang . lagipula gyu hyung pasti mengerti karna jika aku tetap ikut rapat pasti anggota osis yang yeoja tidak akan fokus dan lebih memilih memotret ku -_-

***
Perpustakaan ini adalah satu-satu nya tempat yang paling sering aku datangi , aku memilih untuk duduk dibangku paling ujung , karna disana tenang dan tidak terlalu banyak orang
Setelah setengah jam aku membaca , ketenangan ku diganggu oleh sebuah deringan ponsel
‘yeobbseo?’
‘woohyun-a kau harus datang rapat hari ini’
‘we?’’
‘kau kan ketua pelaksana , jadi kau harus datang’ gyu hyung menutup telponnya
Aku tau kenapa aku disuruh datang , bukan karna aku ketua pelaksana melainkan karna anggota osis kebanyakan adalah seorang yeoja . dan pasti ruang osis itu hanya berisi namja dan satu yeoja , yaitu chorong .

***
Aku masuk dan duduk dipaling belakang , ketika aku datang . ya,, seperti biasa . yeoja itu masuk semua seperti sebuah semut yang menghampiri gula
‘jadi kita mulai rapat nya’ tegas seorang ketua osis , kim sunggyu
SKIP
‘aku akan membacakan kelompok nya’
‘kelompok pertama , adalah aku , chorong , myungsoo , sungyeol dan juga woohyun’
Sontak yeoja itu protes karna chorong berada di antara namja-namja tampan , mereka mengamuk dan seketika membuatku ngeri . mereka seperti sekelompok zombie yang sedang mencari mangsanya
‘tidak ada protes’
Sebuah kalimat pendek yang dilontarkan oleh gyu hyung mampu membuat zombie-zombie itu diam .
‘apa masih ada protes?’ Tanya gyu hyung
‘hyung!’ aku mengangkat tanganku
‘we?’
‘boleh aku memberi usul?’
‘mwo?’
‘ditaman tower seoul , banyak pengunjungnya bukan? Bagaimana kalau kita ditugaskan disana saja?’
Aku berharap gyu hyung mau menerima usul ku  , kalau usulku diterima pasti ku tidak harus berdiri dipinggir jalan bukan?
‘boleh juga , usul yang bagus woohyun-a’
‘huffftttt’ lega sekali rasanya
‘setelah pulang sekolah , kita melaksanakan tugas masing-masing’
‘nde hyung!’

***
‘’kaja kita berangkat’
Gyu hyung memberikan kotak ke kami
‘kaja!’
 teriakan chorong yang bersemangat , berbeda dengan ku .. dengan langkah kaki yang malas pun aku berangkat

***
Kami pun sampai ditempat tujuan kami , tower seoul
‘aku akan meminta izin dulu’ gyu hyung pergi
‘ya, woohyun-a’ bisik chorong
‘hmm?’
‘aku akan mengatakannya sekarang’
‘kau akan gagal’
‘jahat’ chorong pergi menyusul gyu hyung
Mendengar ucapan chorong tadi rasanya sakit , melebihi sakit saat phobia ku kambuh . apa sekarang aku akan menyebrang jalan sendirian? Dan lebih menyakitkan lagi ,, aku akan kehilangan seorang chorong , yeoja yang aku cintai


SKIP
Setelah lelah seharian kita melakukan tugas , sekarang tepat pukul 7 malam . aku chorong , gyu hyung beristirahat sedangkan myungsoo dan sungyeol masih menyelesaikan tugas mereka.
Kami duduk di kursi , chorong memberi aba-aba agar aku meninggalkan mereka berdua , aku pun mengikuti permintaan chorong . aku pergi menjauh, sejauh mungkin .
“gyu hyung”
“we?’
‘kau tau , selama ini aku menyukai mu”
“..” gyu hyung diam mendengar ucapan chorong
“entah apa rasanya , waktu aku dekat denganmu perasaan bahagia selalu muncul , dan aku juga..’
‘mian-he chorong-a” gyu hyung memotong ucapan chorong
‘..’ chorong diam
‘aku menganggapmu sebagai dongsaeng (adik)’
‘…’ chorong masih diam , tapi kali ini butiran bening mulai mengalir dari mata indah chorong
‘mian-he chorong , jaebal jangan menangis’ gyu hyung mengusap air mata chorong
‘guenchana , ini sudah malam . lebih baik aku pulang’
‘aku akan mengantarmu’ gyu hyung merasa tidak enak
‘tidak usah hyung , aku akan pulang sendiri’ chorong pergi meninggalkan gyu hyung sendiri disana

***
WoohyunPOV
Ditepi jalan seoul yang sepi , aku mencoba untuk menyebrang jalan sendiri . ini sangat sulit , terlebih lagi sekarang hatiku sedang dalam keadaan tidak baik
Sudah setengah jam aku mencobanya tapi aku belum sampai setengah jalan , ya baru sampai seperempat jalan saja. Keringat dingin terus mengalir dan juga dada ku sesak serta badan ku gemetar
Aku terpaku karna maelihat sesosok yeoja sedang menangis dihadapanku , dia berada ditengah jalanan ini . dia chorong, tapi kenapa chorong menangis?
Aku berlari menghampiri chorong , tidak perduli rasa sesak di dadaku dan juga ketakutan yang bukan main ini . yang aku fikirkan sekarang adalah aku harus memeluk chorong
‘guenchana chorong-a , aku disini’
‘woohyun-a’
‘w..e?” aku gemetar
‘tidak usah memaksakan dirimu , kaja kita menyebrang’
Chorong menutup mataku dengan tangan nya yang lembut serta hangat , seketika badanku tidak gemetar dan kenapa aku tidak merasa takut ? aku malah merasa sangat aman , dada ku masih sesak .. tapi tidak sesesak tadi . apa aku sudah sembuh?
-To be continue-