Genre : sad , romance
Summary : “pernah merasa kalau sebuah jalanan itu sama seperti seorang
pembunuh berdarah dingin?”
Ini fanfiction pertama yang aku buat per chapter ,
biasanya Cuma one shoot . mian kalau kurang panjang . soalnya ini fanfic aku
buat kurang dari 2 jam wkwk jadi yang lagi ada di otak aja aku ketik.
Mian kalo ada yang typo J
happy reading! J
Cast :
Nam woohyun
park chorong
Kim sunggyu
Other cast :
kim myungsoo
lee sungyeol
***
Sempat terfikir oleh ku , seandainya saja didunia
ini tidak ada jalanan . itu berarti aku tidak harus menyebrang jalan bukan? Ya
itulah phobia yang berada di tubuhku . agyrophobia yaitu merasa takut untuk
menyebrang jalan sendirian . aneh bukan? Kenapa tuhan memberikan penyakit aneh
ini ke diriku kenapa bukan orang lain saja , bukankah ada berjuta juta orang
didunia ini ? dan kenapa harus aku? . entahlah ,, yang aku lakukan adalah
mencoba untuk pasrah walaupun itu sulit .
Sebuah alarm berbunyi , itu tanda nya pagi ku
sudah harus dimulai . aku bangun dan bersiap-siap untuk kesekolah dan tentu
saja bersiap-siap untuk menyebrang .
***
Jalanan ini sepi , entah kenapa jalanan ini sepi
sekali . jadi aku akan menunggu seseorang menyebrang bersamaku , agar aku tidak
menyebrang sendirian . ya itulah aku
‘woohyun-a!’
Teriakan itu , hanya dimiliki oleh seorang yang
bernama chorong , kim chorong . dia adalah sahabat ku . dia yang selalu
menemaniku saat aku menyebrang jalan dan juga dia adalah satu-satu nya orang
yang berani memukul kepalaku -_-
‘kau masih belum berani menyebrang sendirian?
Jalanan nya kan sepi’
‘seperti biasa’
‘cobalah!’
Chorong mendorongku ketengah jalanan , aku merasa
takut.. sangat takut . aku jongkok (?) dan menundukkan kepalaku . dada ku sesak
dan juga keringat terus mengalir .
‘woohyun-a cobalah! Ayo coba!’
Chorong teriak-teriak sendiri , tidak tau apa yang
aku rasakan disini -_-
‘wo..hyun-a” chorong mulai panik melihat ku
ditengah jalan
‘mi..an , aku hanya bercanda’ chorong
menghampiriku ketengah jalan
‘..’ aku masih jongkok di situ(?)
‘kaja, kita menyebrang pelan-pelan’
Chorong memelukku , dia memelukku dengan erat dan
menuntunku untuk menyebrangi jalanan ini.
***
Ditepi jalan , aku duduk dan chorong memberikanku
air agar aku tenang
‘gara-gara kau phobia itu kambuh’
‘mian mian mian mian’ chorong memasang tampang
aegyo maut nya
‘sudahlah kaja , kita akan terlambat’
Sebelum aku pingsan karna melihat aegyo chorong ,
lebih baik aku menghindar .
***
Kita pun sampai disebuah sekolah yang bernama high
school of seoul
‘sepertinya kau akan mendapat ribuan surat cinta
lagi’ chorong melihat kearah yeoja yang sedang memperhatikanku dan juga
meneriaki namaku
‘sepertinya’ jawabku pelan
Sebuah suara telah memberhentikan langkah kaki ku
dan chorong
‘ya! Chorong-a!’
‘wegure sungyeol-ra?’
‘kau dipanggil gyu hyung , kaja!’
‘kaja’
Dan sekarang aku sendirian , aku pergi ke lokerku
yang paling pojok untuk mengambil sebuah headset . dan benar saja , setelah aku
buka lokerku surat-surat itu berjatuhan , surat-surat cinta dari yeoja-yeoja di
sekolah ini . surat cinta yang menggelikan dan juga tidak jelas isinya (?)
‘woohyun-a!’ panggil myungsoo
‘we?’
‘bagaimana kau menyebrang pagi ini?’
‘seperti biasa , penyakit itu kambuh lagi’ jawabku
santai
‘hahahah’
Myung soo tertawa , dan aku ingin sekali
memasukkan semua surat-surat ini kedalam mulutnya
‘cha, aku ada dokter psikolog bagus’
‘sudah berapa banyak dokter yg aku kunjungi? Dan
hasilnya? Penyakitku malah tambah parah’
‘kali ini pasti berhasil’
‘sudahlah , lebih baik kita ke perpustakaan saja.
Kaja!’
‘perutku sakit , aku harus ke toilet . kau ke
perpustakaan sendiri dulu ya’ myung soo pergi meninggalkan ku sendirian
‘selalu seperti itu’
Dan aku berangkat ke perpustakaan sendiri ,
sesampainya disana aku melihat chorong dan gyu hyung sedang berbicara , seperti
nya membicarakan hal yang serius
‘ya! Orang aneh! Woohyun-a!’
Aku tidak marah kalau dipanggil aneh , toh memang
aku aneh bukan? Lagipula kalau aku melawan chorong pasti nanti aku tidak akan
pulang cepat dan juga banyak luka lebam di muka ku nanti .
‘we?’
‘kita akan mengadakkan amal , kau kan salah satu
anggota osis . jadi kau harus ikut’
“Mwo? Amal ? itu berarti aku harus berdiri di
pinggir jalan? Omooo, kenapa aku harus melakukan sesuatu yang berhubungan
dengan jalanan? Dan yang lebih parah lagi , kenapa harus aku?”
‘woohyun-a!’
‘ehh , nde?’
‘kau ikut tidak?!”
‘ikut’
Aku tidak ingin di cap sebagai pengecut didepan sunggyu
hyung , ya namja yang disukai oleh chorong .
“kaja kita rapat’ ucap gyu hyung
‘kaja!’
Seperti biasa , kalau ada rapat pasti yang paling
semangat adalah chorong . dan aku? Aku lebih memilih membaca buku novel
favoritku ditempat yang sepi dan tenang . lagipula gyu hyung pasti mengerti
karna jika aku tetap ikut rapat pasti anggota osis yang yeoja tidak akan fokus
dan lebih memilih memotret ku -_-
***
Perpustakaan ini adalah satu-satu nya tempat yang
paling sering aku datangi , aku memilih untuk duduk dibangku paling ujung ,
karna disana tenang dan tidak terlalu banyak orang
Setelah setengah jam aku membaca , ketenangan ku
diganggu oleh sebuah deringan ponsel
‘yeobbseo?’
‘woohyun-a kau harus datang rapat hari ini’
‘we?’’
‘kau kan ketua pelaksana , jadi kau harus datang’
gyu hyung menutup telponnya
Aku tau kenapa aku disuruh datang , bukan karna
aku ketua pelaksana melainkan karna anggota osis kebanyakan adalah seorang
yeoja . dan pasti ruang osis itu hanya berisi namja dan satu yeoja , yaitu chorong
.
***
Aku masuk dan duduk dipaling belakang , ketika aku
datang . ya,, seperti biasa . yeoja itu masuk semua seperti sebuah semut yang
menghampiri gula
‘jadi kita mulai rapat nya’ tegas seorang ketua
osis , kim sunggyu
SKIP
‘aku akan membacakan kelompok nya’
‘kelompok pertama , adalah aku , chorong ,
myungsoo , sungyeol dan juga woohyun’
Sontak yeoja itu protes karna chorong berada di
antara namja-namja tampan , mereka mengamuk dan seketika membuatku ngeri .
mereka seperti sekelompok zombie yang sedang mencari mangsanya
‘tidak ada protes’
Sebuah kalimat pendek yang dilontarkan oleh gyu
hyung mampu membuat zombie-zombie itu diam .
‘apa masih ada protes?’ Tanya gyu hyung
‘hyung!’ aku mengangkat tanganku
‘we?’
‘boleh aku memberi usul?’
‘mwo?’
‘ditaman tower seoul , banyak pengunjungnya bukan?
Bagaimana kalau kita ditugaskan disana saja?’
Aku berharap gyu hyung mau menerima usul ku , kalau usulku diterima pasti ku tidak harus
berdiri dipinggir jalan bukan?
‘boleh juga , usul yang bagus woohyun-a’
‘huffftttt’ lega sekali rasanya
‘setelah pulang sekolah , kita melaksanakan tugas
masing-masing’
‘nde hyung!’
***
‘’kaja kita berangkat’
Gyu hyung memberikan kotak ke kami
‘kaja!’
teriakan chorong
yang bersemangat , berbeda dengan ku .. dengan langkah kaki yang malas pun aku
berangkat
***
Kami pun sampai ditempat tujuan kami , tower seoul
‘aku akan meminta izin dulu’ gyu hyung pergi
‘ya, woohyun-a’ bisik chorong
‘hmm?’
‘aku akan mengatakannya sekarang’
‘kau akan gagal’
‘jahat’ chorong pergi menyusul gyu hyung
Mendengar ucapan chorong tadi rasanya sakit ,
melebihi sakit saat phobia ku kambuh . apa sekarang aku akan menyebrang jalan
sendirian? Dan lebih menyakitkan lagi ,, aku akan kehilangan seorang chorong ,
yeoja yang aku cintai
SKIP
Setelah lelah seharian kita melakukan tugas ,
sekarang tepat pukul 7 malam . aku chorong , gyu hyung beristirahat sedangkan
myungsoo dan sungyeol masih menyelesaikan tugas mereka.
Kami duduk di kursi , chorong memberi aba-aba agar
aku meninggalkan mereka berdua , aku pun mengikuti permintaan chorong . aku
pergi menjauh, sejauh mungkin .
“gyu hyung”
“we?’
‘kau tau , selama ini aku menyukai mu”
“..” gyu hyung diam mendengar ucapan chorong
“entah apa rasanya , waktu aku dekat denganmu
perasaan bahagia selalu muncul , dan aku juga..’
‘mian-he chorong-a” gyu hyung memotong ucapan chorong
‘..’ chorong diam
‘aku menganggapmu sebagai dongsaeng (adik)’
‘…’ chorong masih diam , tapi kali ini butiran
bening mulai mengalir dari mata indah chorong
‘mian-he chorong , jaebal jangan menangis’ gyu
hyung mengusap air mata chorong
‘guenchana , ini sudah malam . lebih baik aku
pulang’
‘aku akan mengantarmu’ gyu hyung merasa tidak enak
‘tidak usah hyung , aku akan pulang sendiri’ chorong
pergi meninggalkan gyu hyung sendiri disana
***
WoohyunPOV
Ditepi jalan seoul yang sepi , aku mencoba untuk
menyebrang jalan sendiri . ini sangat sulit , terlebih lagi sekarang hatiku
sedang dalam keadaan tidak baik
Sudah setengah jam aku mencobanya tapi aku belum
sampai setengah jalan , ya baru sampai seperempat jalan saja. Keringat dingin
terus mengalir dan juga dada ku sesak serta badan ku gemetar
Aku terpaku karna maelihat sesosok yeoja sedang
menangis dihadapanku , dia berada ditengah jalanan ini . dia chorong, tapi kenapa
chorong menangis?
Aku berlari menghampiri chorong , tidak perduli
rasa sesak di dadaku dan juga ketakutan yang bukan main ini . yang aku fikirkan
sekarang adalah aku harus memeluk chorong
‘guenchana chorong-a , aku disini’
‘woohyun-a’
‘w..e?” aku gemetar
‘tidak usah memaksakan dirimu , kaja kita
menyebrang’
Chorong menutup mataku dengan tangan nya yang
lembut serta hangat , seketika badanku tidak gemetar dan kenapa aku tidak
merasa takut ? aku malah merasa sangat aman , dada ku masih sesak .. tapi tidak
sesesak tadi . apa aku sudah sembuh?
-To be continue-






Tidak ada komentar:
Posting Komentar