Sabtu, 20 Juni 2015

Agyrophobia (chapter 1)



Genre : sad , romance
Summary : “pernah merasa kalau sebuah jalanan itu sama seperti seorang pembunuh berdarah dingin?”
Ini fanfiction pertama yang aku buat per chapter , biasanya Cuma one shoot . mian kalau kurang panjang . soalnya ini fanfic aku buat kurang dari 2 jam wkwk jadi yang lagi ada di otak aja aku ketik.
Mian kalo ada yang typo J  happy reading! J

Cast :


Nam woohyun


park chorong 


Kim sunggyu

Other cast :

kim myungsoo


lee sungyeol




***
Sempat terfikir oleh ku , seandainya saja didunia ini tidak ada jalanan . itu berarti aku tidak harus menyebrang jalan bukan? Ya itulah phobia yang berada di tubuhku . agyrophobia yaitu merasa takut untuk menyebrang jalan sendirian . aneh bukan? Kenapa tuhan memberikan penyakit aneh ini ke diriku kenapa bukan orang lain saja , bukankah ada berjuta juta orang didunia ini ? dan kenapa harus aku? . entahlah ,, yang aku lakukan adalah mencoba untuk pasrah walaupun itu sulit .
Sebuah alarm berbunyi , itu tanda nya pagi ku sudah harus dimulai . aku bangun dan bersiap-siap untuk kesekolah dan tentu saja bersiap-siap untuk menyebrang .

***
Jalanan ini sepi , entah kenapa jalanan ini sepi sekali . jadi aku akan menunggu seseorang menyebrang bersamaku , agar aku tidak menyebrang sendirian . ya itulah aku
‘woohyun-a!’
Teriakan itu , hanya dimiliki oleh seorang yang bernama chorong , kim chorong . dia adalah sahabat ku . dia yang selalu menemaniku saat aku menyebrang jalan dan juga dia adalah satu-satu nya orang yang berani memukul kepalaku -_-
‘kau masih belum berani menyebrang sendirian? Jalanan nya kan sepi’
‘seperti biasa’
‘cobalah!’
Chorong mendorongku ketengah jalanan , aku merasa takut.. sangat takut . aku jongkok (?) dan menundukkan kepalaku . dada ku sesak dan juga keringat terus mengalir .
‘woohyun-a cobalah! Ayo coba!’
Chorong teriak-teriak sendiri , tidak tau apa yang aku rasakan disini -_-
‘wo..hyun-a” chorong mulai panik melihat ku ditengah jalan
‘mi..an , aku hanya bercanda’ chorong menghampiriku ketengah jalan
‘..’ aku masih jongkok di situ(?)
‘kaja, kita menyebrang pelan-pelan’
Chorong memelukku , dia memelukku dengan erat dan menuntunku untuk menyebrangi jalanan ini.

***
Ditepi jalan , aku duduk dan chorong memberikanku air agar aku tenang
‘gara-gara kau phobia itu kambuh’
‘mian mian mian mian’ chorong memasang tampang aegyo maut nya
‘sudahlah kaja , kita akan terlambat’
Sebelum aku pingsan karna melihat aegyo chorong , lebih baik aku menghindar .

***
Kita pun sampai disebuah sekolah yang bernama high school of seoul
‘sepertinya kau akan mendapat ribuan surat cinta lagi’ chorong melihat kearah yeoja yang sedang memperhatikanku dan juga meneriaki namaku
‘sepertinya’ jawabku pelan
Sebuah suara telah memberhentikan langkah kaki ku dan chorong
‘ya! Chorong-a!’
‘wegure sungyeol-ra?’
‘kau dipanggil gyu hyung , kaja!’
‘kaja’
Dan sekarang aku sendirian , aku pergi ke lokerku yang paling pojok untuk mengambil sebuah headset . dan benar saja , setelah aku buka lokerku surat-surat itu berjatuhan , surat-surat cinta dari yeoja-yeoja di sekolah ini . surat cinta yang menggelikan dan juga tidak jelas isinya (?)
‘woohyun-a!’ panggil myungsoo
‘we?’
‘bagaimana kau menyebrang pagi ini?’
‘seperti biasa , penyakit itu kambuh lagi’ jawabku santai
‘hahahah’
Myung soo tertawa , dan aku ingin sekali memasukkan semua surat-surat ini kedalam mulutnya
‘cha, aku ada dokter psikolog bagus’
‘sudah berapa banyak dokter yg aku kunjungi? Dan hasilnya? Penyakitku malah tambah parah’
‘kali ini pasti berhasil’
‘sudahlah , lebih baik kita ke perpustakaan saja. Kaja!’
‘perutku sakit , aku harus ke toilet . kau ke perpustakaan sendiri dulu ya’ myung soo pergi meninggalkan ku sendirian
‘selalu seperti itu’
Dan aku berangkat ke perpustakaan sendiri , sesampainya disana aku melihat chorong dan gyu hyung sedang berbicara , seperti nya membicarakan hal yang serius
‘ya! Orang aneh! Woohyun-a!’
Aku tidak marah kalau dipanggil aneh , toh memang aku aneh bukan? Lagipula kalau aku melawan chorong pasti nanti aku tidak akan pulang cepat dan juga banyak luka lebam di muka ku nanti .
‘we?’
‘kita akan mengadakkan amal , kau kan salah satu anggota osis . jadi kau harus ikut’
“Mwo? Amal ? itu berarti aku harus berdiri di pinggir jalan? Omooo, kenapa aku harus melakukan sesuatu yang berhubungan dengan jalanan? Dan yang lebih parah lagi , kenapa harus aku?”
‘woohyun-a!’
‘ehh , nde?’
‘kau ikut tidak?!”
‘ikut’
Aku tidak ingin di cap sebagai pengecut didepan sunggyu hyung , ya namja yang disukai oleh chorong .
“kaja kita rapat’ ucap gyu hyung
‘kaja!’
Seperti biasa , kalau ada rapat pasti yang paling semangat adalah chorong . dan aku? Aku lebih memilih membaca buku novel favoritku ditempat yang sepi dan tenang . lagipula gyu hyung pasti mengerti karna jika aku tetap ikut rapat pasti anggota osis yang yeoja tidak akan fokus dan lebih memilih memotret ku -_-

***
Perpustakaan ini adalah satu-satu nya tempat yang paling sering aku datangi , aku memilih untuk duduk dibangku paling ujung , karna disana tenang dan tidak terlalu banyak orang
Setelah setengah jam aku membaca , ketenangan ku diganggu oleh sebuah deringan ponsel
‘yeobbseo?’
‘woohyun-a kau harus datang rapat hari ini’
‘we?’’
‘kau kan ketua pelaksana , jadi kau harus datang’ gyu hyung menutup telponnya
Aku tau kenapa aku disuruh datang , bukan karna aku ketua pelaksana melainkan karna anggota osis kebanyakan adalah seorang yeoja . dan pasti ruang osis itu hanya berisi namja dan satu yeoja , yaitu chorong .

***
Aku masuk dan duduk dipaling belakang , ketika aku datang . ya,, seperti biasa . yeoja itu masuk semua seperti sebuah semut yang menghampiri gula
‘jadi kita mulai rapat nya’ tegas seorang ketua osis , kim sunggyu
SKIP
‘aku akan membacakan kelompok nya’
‘kelompok pertama , adalah aku , chorong , myungsoo , sungyeol dan juga woohyun’
Sontak yeoja itu protes karna chorong berada di antara namja-namja tampan , mereka mengamuk dan seketika membuatku ngeri . mereka seperti sekelompok zombie yang sedang mencari mangsanya
‘tidak ada protes’
Sebuah kalimat pendek yang dilontarkan oleh gyu hyung mampu membuat zombie-zombie itu diam .
‘apa masih ada protes?’ Tanya gyu hyung
‘hyung!’ aku mengangkat tanganku
‘we?’
‘boleh aku memberi usul?’
‘mwo?’
‘ditaman tower seoul , banyak pengunjungnya bukan? Bagaimana kalau kita ditugaskan disana saja?’
Aku berharap gyu hyung mau menerima usul ku  , kalau usulku diterima pasti ku tidak harus berdiri dipinggir jalan bukan?
‘boleh juga , usul yang bagus woohyun-a’
‘huffftttt’ lega sekali rasanya
‘setelah pulang sekolah , kita melaksanakan tugas masing-masing’
‘nde hyung!’

***
‘’kaja kita berangkat’
Gyu hyung memberikan kotak ke kami
‘kaja!’
 teriakan chorong yang bersemangat , berbeda dengan ku .. dengan langkah kaki yang malas pun aku berangkat

***
Kami pun sampai ditempat tujuan kami , tower seoul
‘aku akan meminta izin dulu’ gyu hyung pergi
‘ya, woohyun-a’ bisik chorong
‘hmm?’
‘aku akan mengatakannya sekarang’
‘kau akan gagal’
‘jahat’ chorong pergi menyusul gyu hyung
Mendengar ucapan chorong tadi rasanya sakit , melebihi sakit saat phobia ku kambuh . apa sekarang aku akan menyebrang jalan sendirian? Dan lebih menyakitkan lagi ,, aku akan kehilangan seorang chorong , yeoja yang aku cintai


SKIP
Setelah lelah seharian kita melakukan tugas , sekarang tepat pukul 7 malam . aku chorong , gyu hyung beristirahat sedangkan myungsoo dan sungyeol masih menyelesaikan tugas mereka.
Kami duduk di kursi , chorong memberi aba-aba agar aku meninggalkan mereka berdua , aku pun mengikuti permintaan chorong . aku pergi menjauh, sejauh mungkin .
“gyu hyung”
“we?’
‘kau tau , selama ini aku menyukai mu”
“..” gyu hyung diam mendengar ucapan chorong
“entah apa rasanya , waktu aku dekat denganmu perasaan bahagia selalu muncul , dan aku juga..’
‘mian-he chorong-a” gyu hyung memotong ucapan chorong
‘..’ chorong diam
‘aku menganggapmu sebagai dongsaeng (adik)’
‘…’ chorong masih diam , tapi kali ini butiran bening mulai mengalir dari mata indah chorong
‘mian-he chorong , jaebal jangan menangis’ gyu hyung mengusap air mata chorong
‘guenchana , ini sudah malam . lebih baik aku pulang’
‘aku akan mengantarmu’ gyu hyung merasa tidak enak
‘tidak usah hyung , aku akan pulang sendiri’ chorong pergi meninggalkan gyu hyung sendiri disana

***
WoohyunPOV
Ditepi jalan seoul yang sepi , aku mencoba untuk menyebrang jalan sendiri . ini sangat sulit , terlebih lagi sekarang hatiku sedang dalam keadaan tidak baik
Sudah setengah jam aku mencobanya tapi aku belum sampai setengah jalan , ya baru sampai seperempat jalan saja. Keringat dingin terus mengalir dan juga dada ku sesak serta badan ku gemetar
Aku terpaku karna maelihat sesosok yeoja sedang menangis dihadapanku , dia berada ditengah jalanan ini . dia chorong, tapi kenapa chorong menangis?
Aku berlari menghampiri chorong , tidak perduli rasa sesak di dadaku dan juga ketakutan yang bukan main ini . yang aku fikirkan sekarang adalah aku harus memeluk chorong
‘guenchana chorong-a , aku disini’
‘woohyun-a’
‘w..e?” aku gemetar
‘tidak usah memaksakan dirimu , kaja kita menyebrang’
Chorong menutup mataku dengan tangan nya yang lembut serta hangat , seketika badanku tidak gemetar dan kenapa aku tidak merasa takut ? aku malah merasa sangat aman , dada ku masih sesak .. tapi tidak sesesak tadi . apa aku sudah sembuh?
-To be continue-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar