Minggu, 07 Juni 2015

chocolate


“kau suka coklat?”
Author: “ @kiranaketrin_ 
Comedy , sadly , romance
Summary : coklat dan cinta itu mempunyai persamaan , yaitu sama-sama memiliki 1 rasa .
cast : 

nam woohyun as nam woohyun



shin min ah as shin min ah


lee sungyeol as lee sungyeol 

main cast : 
jang dungwoo as dungwoo


Happy reading J leave a comment J

~disebuah loker~
ada seorang yeoja yang menuju lokernya yang berada dipaling pojok , seperti biasa dia meihat ada sebuah coklat dilokernya ., disana hanya ada sekertas yang tertuliskan “-chocolate-“ hanya itu .
“duguseo? Kenapa kau mengirmkan coklat setiap hari kepada ku?” min ah mencatat nya lalu menaruh nya di loker nya , berharap sang –chocolate- ini membaca nya
“ya! Min ah-ssi’ teriak woohyun yang mengejutkan sahabatnya itu
‘ya. Kam.. cha..ia” celoteh min ah
“hhahaha” woohyun tertawa melihat sahabatnya itu
“ish!” min ah memukul kepala woohyun (mungkin sejenis jitakan)
“sakit! Hey, apa kau dikirimi coklat lagi?” Tanya woohyun
“te,, tapi seperti nya aku harus bilang gomawo ke orang ini” kata min ah
“gomawo bowa gomawo?! Ya! Kalau aku jadi kau pasti sudah ku..” karna mungkin woohyun terlalu bersemangat jadi dia menabrak seseorang
“casahamida” ucap orang itu lalu langsung pergi
“ya! Bukumu!” teriak woohyun “aish ,, orang itu pergi meninggalkan bukunya” kata woohyun
“buku apa itu?” kata min ah
“buku puisi”
“puisi?” kata min ah
“eh ada coklat nya , lumayanlah buat dungwoo .. dia kan suka coklat” woohyun mengambil coklat yang tersempil dibuku itu
“ya! Itukan bukan punya mu” teriak min ah
“ini kan sudah berada ditanganku , berarti ini punyaku lah . sudahlah, kaja kita kekantin” kata woohyun
“buku ini bagaimana nasibnya?” Tanya min ah
“taruh saja disitu , kaja!” woohyun menaruh buku nya di lantai
“kali ini kau yang bayar!” teriak min ah
“antelinda! Antelinda!’ woohyun menutup telinga nya
Mereka berdua pergi ke kantin
“ternyata buku ini disini,, aku cari kemana-mana” sungyeol mengambil bukunya

*jam pulang sekolah tiba*
“kau tidak pulang?” Tanya woohyun
“any, aku mau kesupermarket dulu” kata min ah
“dia mau ke supermarket?” kata sungyeol yang mendengar nya
“yasudah aku pulang ya! , hey! Jang dungwoo ! kau mau coklat tidak?!” teriak woohyun
-disebuah supermarket-
“banyak sekali pesanan omma” min ah melihat daftar belanjaan nya
*dari jauh , sunyeol memperhatikan min ah serta terus mengikutinya*
“kau menyukai anak perempuan itu?” kata seorang ahjumma penjual daging
“bagaimana ahjumma…”
“kau ini dari tadi seperti penguntip saja , sana sapa dia” kata ahjumma itu
“ahjumma , kamsahamida saran nya . aku mau pulang dulu” sungyeol langsung pergi dan terkejut karna min ah sudah tidak ada disana
“kemana dia?” kata sungyeol
“tuh kan benar , dari tadi aku merasa diikuti” kata min ah , tapi karna sungyeol memakai masker , topi dan jaket . jadi min ah tidak bisa mengenali nya.
“sepertinya dia sudah pulang , yasudah aku juga pulang” sungyeol pergi dari supermarket
“lebih baik , aku beritau woohyun’ min ah mengambil ponselnya

-dikamar woohyun-
“bo?! Penguntip?!” kata woohyun
“te,, dia mengikuti ku sejak aku berangkat dari supermarket” kata min ah
“baiklah , kau tunggu disana . aku akan kesana” kata woohyun
“hmm , pali woohyun-a”
*dan woohyun pun sampai*
“dimana orang itu?” woohyun menyiapkan pukulannya
“sepertinya sudah pulang” kata min ah
“mwo?! Sudah pulang?! Lalu kenapa aku datang kesini?!” kata woohyun
“kau yang mau datang kesini sendiri , dan karna kau sudah disini ,, jadi kau harus bantu aku menyelesaikan belanjaan ini” kata min ah
“..” woohyun mengambil keranjang belanjaan

*malam harinya*
-dikamar sungyeol-
Kata-kata ahjumma tadi terus terngiang-ngiang di pikiran sungyeol
“benar juga , kenapa aku hanya bisa menjadi penguntip?” kata sungyeol
Dan sungyeol berseru mantap “mulai besok . aku akan mencoba menyapa nya”

-dirumah min ah-
“nahh ,, kau sudah sampai dirumah dan aku sudah membantumu belanja . jadi sekarang aku mau pulang” kata woohyun
“kau kan sudah membantuku ,, jadi makan malam lah disini” kata min ah
“cincah?” Tanya woohyun
“hmm” min ah mengangguk , dan woohyun langsung masuk kedalam rumahnya
“soal makanan saja kau cepat sekali seperti angin” kata min ah
*dimeja makan*
“bagaimana kabar orang tua mu?” Tanya ayahnya min ah
“seperti biasa , ,mereka sibuk dengan apa yang mereka kerjakan” kata woohyun
“omma-ni” panggil min ah
“we?”
“tadi ada..” min ah  belum selesai bicara
“ahjumma , sup mu ini enak sekali” kata woohyun
“kau suka ya? Nanti ahjumma bungkus kan” kata omma min ah
“gomawopta”
Min ah hanya heran dengan tingkah laku sahabatnya itu
*mereka pun selesai makan*
“woohyun mau pulang dulu , ini sudah larut . oh iya ,, ahjumma gomawo untuk sup nya” kata woohyun
“hati-hati dijalan” kata ahjumma nya

-keesokan paginya-
Woohyun datang kesekolah pagi-pagi sekali untuk melihat seseorang yang mengirimkan coklat ke min ah
“aiyoo , lama sekali orang ini” seraya meminum kopi nya yang hamper habis itu
Dan benar saja , orang itu datang .. seseorang yang menaruh coklat di loker min ah dan seseorang yang mempunyai buku puisi itu serta seseorang yang mempunyai coklat yang diambil nya wakatau itu
“sungyeol?” ucap woohyun terkejut
Mendengar suara seseorang , sungyeol pun bilang “duguseo?” tapi ketika dia melihat nya disana tidak ada seseorang satu pun itu karna woohyun sudah bersembunyi .
“tidak ada orang? Ah mungkin aku salah dengar” sungyeol pergi masuk kekelas
“omo,, ternyata orang yang menjadi fans gelap min ah adalah dia?” kata woohyun
-dikelas-
“woohyun-a ! nanti temani aku beli coklat!” teriak min ah
“..” woohyun tidak merespon min ah karna sedang memikirkan hal yang tadi
“woohyun-a!” panggil min ah lagi
“..” woohyun masih tidak merspon
“woo..” mulut min ah ditutup oleh sungyeol
“ya! Itu tidak sopan!” kata min ah
“kau jangan berteriak lagi , berisik” ucap nya
“ish”
“aku akan menemanimu beli coklat” kata sungyeol
“kenapa aku harus bersama mu?” kata min ah
“kau kan ingin beli coklat , dan aku juga ingin beli coklat jadi kenapa tidak beli bersama?” kata sungyeol
“benar juga , yasudah” kata min ah
*bel pulang sekolah berbunyi*
“kaja” kata sungyeol
“tunggu , aku ingin ke lokerku dulu” kata min ah
“..” sungyeol hanya mengikuti min ah
*didepan loker*
“bo?! Apa orang itu tidak mengirimkan aku coklat lagi?” kata min ah
“bagaimana aku mau mengirimkan mu coklat?, coklat ku habis” kata sungyeol dalam hati
“entahlah , kaja sungyeol-a” kata min ah
“hmm”

-ditoko coklat-
“kau beli coklat untuk siapa?” Tanya min ah
“hah? Oh.. untuk,,, ku” kata sungyeol
“kau suka coklat?” kata min ah
“suka sekali ,” kata sungyeol
“..” min ah diam , seperti memikirkan sesuatu
Mereka berdua selesai membeli coklat
“kau sudah menemaniku beli coklat , gomawopta” kata min ah
“hmm” sungyeol hanya mengangguk
“yasudah , aku pulang sendiri saja” kata min ah
“andwe, kita kan searah jadi kau aku antar pulang saja” kata sungyeol
“gomawo” min ah masuk kedalam mobil sungyeol

-malam harinya dikamar woohyun-
“apa aku beritau min ah tentang sungyeol?” kata woohyun
“aku beritau saja” woohyun ingin menelpon min ah tapi min ah sudah menelpon nya duluan
“we?” kata woohyun
“kau tau? Aku baru saja beli coklat dengan sungyeol” min ah senang
Woohyun terkejut tapi mencoba untuk se tenang mungkin “urusan nya dengan ku apa?’ kata woohyun
“dia itu baik sekali , dia mengantarku pulang dan juga dia itu lumayan tampan” kata min ah
Tut tut tut ..”
“bo?! Dia mematikan telfon nya?!” teriak min ah
Karna woohyun tidak mau merusak kebahagiaan min ah jadi dia tidak memberitau nya tentang sungyeol .

-keesokan paginya-
“ya! Woohyun-a!” panggil sungyeol
“we?”
“ini coklat untukmu , aku kemarin habis beli coklat” sambil memberikan coklat ke wooyhyun
“oh , gomawo” kata woohyun “ya! Jang dungwoo! Kau mau coklat tidak?!” teriak woohyun
“coklat?” kata dungwoo
“nih” woohyun mau memberikan nya ke dungwoo tapi dihentikan min ah
“sungyeol kan memberikan coklat ini ke kau , kenapa tidak kau makan saja?” Tanya min ah
“apa kau takut gendut?” kata dungwoo
“ya! Aku akan memakannya!” woohyun menghabiskan coklat itu
Guru pun masuk ,
Woohyun tidak berkonsentrasi karna dia menahan rasa sakit di perutnya itu , min ah yang melihat woohyun pun heran . kenapa woohyun memegangi perut nya terus?
“woohyun-a” bisik dungwoo
“hmm?”
“guenchana?” Tanya dungwoo
“guenchana, nega guenchanayo” kata woohyun
“kau pucat” kata dungwoo
Karna sudah tidak sanggup menahan rasa sakitnya , woohyun pun pingsan dan dibawa kerumah sakit .
-dirumah sakit tepatnya ruang UGD-
“kau ini! Kenapa tetap memakan coklat itu kalau alergi?” kata min ah
“aku tidak mau di cap pengecut” kata woohyun
“ini salah ku , aku yang memberikannya coklat’ kata sungyeol
“berarti ini salahku juga , karna memaksa woohyun memakan nya” kata min ah
“berarti aku juga salah , aku tidak memakan coklat itu” kata dungwoo
“nah ., karna kalian merasa bersalah ,, jadi kalian akan mentrakatair ku makan dikantin selama seminggu” kata woohyun
“mwo?! Seminggu?!” teriak mereka bertiga
“hahah” woohyun tertawa jahat

-keesokan paginya di sebuah loker-
Seperti biasa , sungyeol menaruh coklat di loker min ah
“bukankah itu tidak sopan?” woohyun mendekat
“kau? Bagaimana kau bisa ada disini?” kata sungyeol
“setiap pagi aku kesini , melihat mu menaruh sebatang coklat diloker sahabatku” kata woohyun
“..” sungyeol hanya diam dan pergi kekelas

-dikelas-
Min ah masuk kelas
“ya! Shin min ah! Apa kau sudah melihat lokermu? Sepertinya sipenguntip itu sudah menaruh coklat nya” woohyun melirik kea rah sungyeol
“kau ini kenapa? Apa alergi mu kambuh?” kata min ah
“kau tau siapa yang menaruh coklat di loker mu dan menjadi penguntip mu?” kata woohyun
“duguya?”
“seseorang yang menemanimu beli coklat kemarin” kata woohyun
“..” min ah diam karna terkejut mendengar apa yang woohyun katakan
“aku bisa menjelaskannya” sungyeol berdiri menghampiri min ah
Seketika tangan min ah menampar sungyeol , entah karna merasa dibohongi atau hal lainnya tapi yang jelas min ah , tidak menyukainya dan min ah pergi keluar kelas
“ya! Shin min ah! Tunggu!” sungyeol mau mengejarnya tapi dihentikan oleh woohyun
“kau tidak merasa bersalah?” kata woohyun
“yang seharusnya merasa bersalah itu kau! Aku akan mengatakan nya ke min ah tapi bukan seperti ini caranya!” teriak sungyeol dan pergi keluar kelas
“..” woohyun diam mendengar perkataan sungyeol barusan

-didepan kelas-
“mian , bany mianhe” kata sungyeol
“untuk apa minta maaf? Aku yang salah , karna terlalu cepat percaya kepada seseorang” kata min ah lalu pergi
Sungyeol yang mendengar itu pun juga pergi , tanpa mereka sadari .. mereka sudah berjalan berbeda arah
Min ah pergi ke lokernya , duduk dibawahnya lalu berkata “kenapa bisa sesakit ini?” kata nya
“itu akan jauh lebih sakit , jika aku biarkan rahasia ini lebih lama lagi” kata woohyun yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya itu
*sungyeol yang pulang sekolah dengan ekspresi sedih di muka nya . omma nya yang melihat itu pun bertanya “ apa ada masalah?”
Sungyeol hanya menjawab lemas “any” dan segera masuk kekamarnya
*sementara itu woohyun dan min ah*
“kaja kita pulang  , disini dingin” kata woohyun
“aku masih mau disini” kata min ah
“kaja” woohyun menarik min ah
-didalam mobil woohyun-
Selama didalam mobil , min ah yang biasanya ada senyuman polos diwajahnya sekarang telah berubah menjadi sebuah air mata yang jatuh satu persatu .
*mereka pun sampai dirumah min ah*
“gomawo” min ah turun
“tunggu,” woohyun memberhentikan langkah kaki min ah
“aku yang menyebabkan semua ini terjadi , sebenarnya sungyeol mengatakan nya secara baik-baik dengan mu tapi aku merusak semuanya” ucap woohyun jujur
“intinya dia berbohong” kata min ah
“berbohong untuk orang yang dicintai , apakah salah?” kata woohyun
“..” min ah diam mendengar ucapan woohyun barusan
Mereka hening. Dan woohyun memecahkan keheningan dengan menyalakan mesin mobil nya lalu pergi
-keesokan paginya dikelas-
“apa yang harus kulakukan , untuk 2 pasangan aneh yang sedang bertengkar?” kata woohyun
“apa kau sedang berbicara sendiri?” kata dungwoo
“hey! Aku masih normal” teriak woohyun
“kan aku hanya bertanya” kata dungwoo
“hey , kau mau membantuku tidak?” Tanya woohyun
“bantu apa?” kata dungwoo
“begini…” woohyun menjelaskan nya ke dungwoo
“apa akan berhasil?” kata dungwoo
Woohyun berseru mantap “pasti!”
Woohyun dan dungwoo pergi keluar kelas , dan sungyeol serta min ah tidak menyadarinya
Tiba-tiba ponsel min ah berbunyi
“woohyun?” kata min ah lalu mengangkatnya
“wegure?” kata min ah
“min ah-ssi ! alergi ku kambuh !” teriak woohyun seperti orang kesakitan
“memang kau makan coklat” Tanya min ah
“aku makan roti , dan tidak tau kalau didalamnya ada coklat” kata woohyun
“aish! Namja ini! Kau ada dimana?” min ah berlari keluar
“di aula! Pali min ah-ssi!” kata woohyun lalu menutup telfon nya
“daebak” kata dungwoo
“sekarang giliranmu” kata woohyun
“okeh”
Dan sekarang telfon sungyeol yang berbunyi
“sungyeol-ra” teriak dungwoo
“we?”
“min ah! Min ah-ssi!” dungwoo terbata-bata
“wegure?!” sungyeol mulai panik
“dia dan woohyun bertengkar!” teriak dungwoo
“mwo?”
“stop woohyun-a!!” teriak dungwoo
“..” woohyun mencoba untuk menahan tawa nya
“apa yang sedang terjadi?” kata sungyeol
“min ah ingin dipukul oleh woohyun” teriak dungwoo
‘kau ada dimana?” kata sungyeol
“di aula!”
“baiklah aku akan kesana!” sungyeol pergi ke aula lalu menutup telfonya
“bagaimana?” kata dungwoo
“ya! Aku tidak pernah memukul wanita!”teriak woohyun
“hey , guenchana . ini hanya bercanda” kata dungwoo
“sudah , kaja kita pergi bersembunyi” kata woohyun
“woohyun-a!” panggil min ah
Sungyeol datang “ min ah?”
“kau sedang apa disini?” kata min ah
“bukannya kau dimarahi woohyun?” kata sungyeol
“bukannya woohyun sedang sakit?” kata min ah
“aish woohyun” kata sungyeol
“yasudah aku ingin ke kelas” min ah mau pergi tapi di tahan oleh sungyeol
“tunggu , apa kau masih marah ?” kata sungyeol
“marah? Kesiapa?” kata min ah
“kau menjauh dari coklat ini” kata sungyeol
“dia terlihat jauh karna kau melihat dengan matamu tapi jika kau rasakan dengan hatimu , dia itu sangat dekat” kata min ah
“maksudnya?” kata sungyeol
“apa jadinya kalau 2 batang coklat menjadi 1 permen coklat?” kata min ah
“permen coklat?” sungyeol memeluk min ah
“gomawo , kau sudah memaafkanku” kata sungyeol
“aku terlalu sensitif dan tidak mendengar penjelasan mu terlebih dahulu , mianhe” kata min ah
“romantic sekali…” dungwoo ingin memeluk woohyun
“ya! Jangan memelukku! Peluk saja pohon itu!” teriak woohyun yang cukup keras sehingga terdengar oleh min ah dan juga sungyeol
“woohyun-a!!” teriak min ah
“kita lari dalam hitungan ke 3” kata woohyun
“hmm” dungwoo hanya mengangguk
“1.. lari!!” woohyun meninggalkan dungwoo
“ya! Kacika! Kau ini tidak bisa berhitung apa?!” teriak dungwoo
Min ah dan sungyeol hanya tertawa melihatnya

-keesokan harinya-
Seperti biasa , min ah menerima coklat dilokernya . beda nya, sekarang yang mengirimkan coklat itu adalah seseorang yang dia cintai
“menurutku , cinta dan coklat itu tidak selalu sama . coklat hanya memiliki 1 warna tapi cinta memiliki banyak warna . tapi coklat dan cinta juga memiliki persamaan ,,yaitu hanya memiliki 1 rasa”
~end~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar