Sabtu, 20 Juni 2015

Agyrophobia (chapter 1)



Genre : sad , romance
Summary : “pernah merasa kalau sebuah jalanan itu sama seperti seorang pembunuh berdarah dingin?”
Ini fanfiction pertama yang aku buat per chapter , biasanya Cuma one shoot . mian kalau kurang panjang . soalnya ini fanfic aku buat kurang dari 2 jam wkwk jadi yang lagi ada di otak aja aku ketik.
Mian kalo ada yang typo J  happy reading! J

Cast :


Nam woohyun


park chorong 


Kim sunggyu

Other cast :

kim myungsoo


lee sungyeol




***
Sempat terfikir oleh ku , seandainya saja didunia ini tidak ada jalanan . itu berarti aku tidak harus menyebrang jalan bukan? Ya itulah phobia yang berada di tubuhku . agyrophobia yaitu merasa takut untuk menyebrang jalan sendirian . aneh bukan? Kenapa tuhan memberikan penyakit aneh ini ke diriku kenapa bukan orang lain saja , bukankah ada berjuta juta orang didunia ini ? dan kenapa harus aku? . entahlah ,, yang aku lakukan adalah mencoba untuk pasrah walaupun itu sulit .
Sebuah alarm berbunyi , itu tanda nya pagi ku sudah harus dimulai . aku bangun dan bersiap-siap untuk kesekolah dan tentu saja bersiap-siap untuk menyebrang .

***
Jalanan ini sepi , entah kenapa jalanan ini sepi sekali . jadi aku akan menunggu seseorang menyebrang bersamaku , agar aku tidak menyebrang sendirian . ya itulah aku
‘woohyun-a!’
Teriakan itu , hanya dimiliki oleh seorang yang bernama chorong , kim chorong . dia adalah sahabat ku . dia yang selalu menemaniku saat aku menyebrang jalan dan juga dia adalah satu-satu nya orang yang berani memukul kepalaku -_-
‘kau masih belum berani menyebrang sendirian? Jalanan nya kan sepi’
‘seperti biasa’
‘cobalah!’
Chorong mendorongku ketengah jalanan , aku merasa takut.. sangat takut . aku jongkok (?) dan menundukkan kepalaku . dada ku sesak dan juga keringat terus mengalir .
‘woohyun-a cobalah! Ayo coba!’
Chorong teriak-teriak sendiri , tidak tau apa yang aku rasakan disini -_-
‘wo..hyun-a” chorong mulai panik melihat ku ditengah jalan
‘mi..an , aku hanya bercanda’ chorong menghampiriku ketengah jalan
‘..’ aku masih jongkok di situ(?)
‘kaja, kita menyebrang pelan-pelan’
Chorong memelukku , dia memelukku dengan erat dan menuntunku untuk menyebrangi jalanan ini.

***
Ditepi jalan , aku duduk dan chorong memberikanku air agar aku tenang
‘gara-gara kau phobia itu kambuh’
‘mian mian mian mian’ chorong memasang tampang aegyo maut nya
‘sudahlah kaja , kita akan terlambat’
Sebelum aku pingsan karna melihat aegyo chorong , lebih baik aku menghindar .

***
Kita pun sampai disebuah sekolah yang bernama high school of seoul
‘sepertinya kau akan mendapat ribuan surat cinta lagi’ chorong melihat kearah yeoja yang sedang memperhatikanku dan juga meneriaki namaku
‘sepertinya’ jawabku pelan
Sebuah suara telah memberhentikan langkah kaki ku dan chorong
‘ya! Chorong-a!’
‘wegure sungyeol-ra?’
‘kau dipanggil gyu hyung , kaja!’
‘kaja’
Dan sekarang aku sendirian , aku pergi ke lokerku yang paling pojok untuk mengambil sebuah headset . dan benar saja , setelah aku buka lokerku surat-surat itu berjatuhan , surat-surat cinta dari yeoja-yeoja di sekolah ini . surat cinta yang menggelikan dan juga tidak jelas isinya (?)
‘woohyun-a!’ panggil myungsoo
‘we?’
‘bagaimana kau menyebrang pagi ini?’
‘seperti biasa , penyakit itu kambuh lagi’ jawabku santai
‘hahahah’
Myung soo tertawa , dan aku ingin sekali memasukkan semua surat-surat ini kedalam mulutnya
‘cha, aku ada dokter psikolog bagus’
‘sudah berapa banyak dokter yg aku kunjungi? Dan hasilnya? Penyakitku malah tambah parah’
‘kali ini pasti berhasil’
‘sudahlah , lebih baik kita ke perpustakaan saja. Kaja!’
‘perutku sakit , aku harus ke toilet . kau ke perpustakaan sendiri dulu ya’ myung soo pergi meninggalkan ku sendirian
‘selalu seperti itu’
Dan aku berangkat ke perpustakaan sendiri , sesampainya disana aku melihat chorong dan gyu hyung sedang berbicara , seperti nya membicarakan hal yang serius
‘ya! Orang aneh! Woohyun-a!’
Aku tidak marah kalau dipanggil aneh , toh memang aku aneh bukan? Lagipula kalau aku melawan chorong pasti nanti aku tidak akan pulang cepat dan juga banyak luka lebam di muka ku nanti .
‘we?’
‘kita akan mengadakkan amal , kau kan salah satu anggota osis . jadi kau harus ikut’
“Mwo? Amal ? itu berarti aku harus berdiri di pinggir jalan? Omooo, kenapa aku harus melakukan sesuatu yang berhubungan dengan jalanan? Dan yang lebih parah lagi , kenapa harus aku?”
‘woohyun-a!’
‘ehh , nde?’
‘kau ikut tidak?!”
‘ikut’
Aku tidak ingin di cap sebagai pengecut didepan sunggyu hyung , ya namja yang disukai oleh chorong .
“kaja kita rapat’ ucap gyu hyung
‘kaja!’
Seperti biasa , kalau ada rapat pasti yang paling semangat adalah chorong . dan aku? Aku lebih memilih membaca buku novel favoritku ditempat yang sepi dan tenang . lagipula gyu hyung pasti mengerti karna jika aku tetap ikut rapat pasti anggota osis yang yeoja tidak akan fokus dan lebih memilih memotret ku -_-

***
Perpustakaan ini adalah satu-satu nya tempat yang paling sering aku datangi , aku memilih untuk duduk dibangku paling ujung , karna disana tenang dan tidak terlalu banyak orang
Setelah setengah jam aku membaca , ketenangan ku diganggu oleh sebuah deringan ponsel
‘yeobbseo?’
‘woohyun-a kau harus datang rapat hari ini’
‘we?’’
‘kau kan ketua pelaksana , jadi kau harus datang’ gyu hyung menutup telponnya
Aku tau kenapa aku disuruh datang , bukan karna aku ketua pelaksana melainkan karna anggota osis kebanyakan adalah seorang yeoja . dan pasti ruang osis itu hanya berisi namja dan satu yeoja , yaitu chorong .

***
Aku masuk dan duduk dipaling belakang , ketika aku datang . ya,, seperti biasa . yeoja itu masuk semua seperti sebuah semut yang menghampiri gula
‘jadi kita mulai rapat nya’ tegas seorang ketua osis , kim sunggyu
SKIP
‘aku akan membacakan kelompok nya’
‘kelompok pertama , adalah aku , chorong , myungsoo , sungyeol dan juga woohyun’
Sontak yeoja itu protes karna chorong berada di antara namja-namja tampan , mereka mengamuk dan seketika membuatku ngeri . mereka seperti sekelompok zombie yang sedang mencari mangsanya
‘tidak ada protes’
Sebuah kalimat pendek yang dilontarkan oleh gyu hyung mampu membuat zombie-zombie itu diam .
‘apa masih ada protes?’ Tanya gyu hyung
‘hyung!’ aku mengangkat tanganku
‘we?’
‘boleh aku memberi usul?’
‘mwo?’
‘ditaman tower seoul , banyak pengunjungnya bukan? Bagaimana kalau kita ditugaskan disana saja?’
Aku berharap gyu hyung mau menerima usul ku  , kalau usulku diterima pasti ku tidak harus berdiri dipinggir jalan bukan?
‘boleh juga , usul yang bagus woohyun-a’
‘huffftttt’ lega sekali rasanya
‘setelah pulang sekolah , kita melaksanakan tugas masing-masing’
‘nde hyung!’

***
‘’kaja kita berangkat’
Gyu hyung memberikan kotak ke kami
‘kaja!’
 teriakan chorong yang bersemangat , berbeda dengan ku .. dengan langkah kaki yang malas pun aku berangkat

***
Kami pun sampai ditempat tujuan kami , tower seoul
‘aku akan meminta izin dulu’ gyu hyung pergi
‘ya, woohyun-a’ bisik chorong
‘hmm?’
‘aku akan mengatakannya sekarang’
‘kau akan gagal’
‘jahat’ chorong pergi menyusul gyu hyung
Mendengar ucapan chorong tadi rasanya sakit , melebihi sakit saat phobia ku kambuh . apa sekarang aku akan menyebrang jalan sendirian? Dan lebih menyakitkan lagi ,, aku akan kehilangan seorang chorong , yeoja yang aku cintai


SKIP
Setelah lelah seharian kita melakukan tugas , sekarang tepat pukul 7 malam . aku chorong , gyu hyung beristirahat sedangkan myungsoo dan sungyeol masih menyelesaikan tugas mereka.
Kami duduk di kursi , chorong memberi aba-aba agar aku meninggalkan mereka berdua , aku pun mengikuti permintaan chorong . aku pergi menjauh, sejauh mungkin .
“gyu hyung”
“we?’
‘kau tau , selama ini aku menyukai mu”
“..” gyu hyung diam mendengar ucapan chorong
“entah apa rasanya , waktu aku dekat denganmu perasaan bahagia selalu muncul , dan aku juga..’
‘mian-he chorong-a” gyu hyung memotong ucapan chorong
‘..’ chorong diam
‘aku menganggapmu sebagai dongsaeng (adik)’
‘…’ chorong masih diam , tapi kali ini butiran bening mulai mengalir dari mata indah chorong
‘mian-he chorong , jaebal jangan menangis’ gyu hyung mengusap air mata chorong
‘guenchana , ini sudah malam . lebih baik aku pulang’
‘aku akan mengantarmu’ gyu hyung merasa tidak enak
‘tidak usah hyung , aku akan pulang sendiri’ chorong pergi meninggalkan gyu hyung sendiri disana

***
WoohyunPOV
Ditepi jalan seoul yang sepi , aku mencoba untuk menyebrang jalan sendiri . ini sangat sulit , terlebih lagi sekarang hatiku sedang dalam keadaan tidak baik
Sudah setengah jam aku mencobanya tapi aku belum sampai setengah jalan , ya baru sampai seperempat jalan saja. Keringat dingin terus mengalir dan juga dada ku sesak serta badan ku gemetar
Aku terpaku karna maelihat sesosok yeoja sedang menangis dihadapanku , dia berada ditengah jalanan ini . dia chorong, tapi kenapa chorong menangis?
Aku berlari menghampiri chorong , tidak perduli rasa sesak di dadaku dan juga ketakutan yang bukan main ini . yang aku fikirkan sekarang adalah aku harus memeluk chorong
‘guenchana chorong-a , aku disini’
‘woohyun-a’
‘w..e?” aku gemetar
‘tidak usah memaksakan dirimu , kaja kita menyebrang’
Chorong menutup mataku dengan tangan nya yang lembut serta hangat , seketika badanku tidak gemetar dan kenapa aku tidak merasa takut ? aku malah merasa sangat aman , dada ku masih sesak .. tapi tidak sesesak tadi . apa aku sudah sembuh?
-To be continue-

Idiots



Title : idiots
Genre : comedy , romance . sad
One shoot
Summary : “apa kau menyadarinya? Sesuatu berdegub kencang disini”  

mian kalo masih ada yang typo
cocok nya kalo sambil baca ff sekalian dengerin lagu :v klop aned wkwk
happy reading ! J

Cast :

Nam woohyun



Min ah girls day



Lee seung gi











Scene pertama



“menyendiri atau sendirian hanya dibatasi oleh dinding perbedaan yang sangat tipis”
Seperti biasa , aku duduk dilantai perpustakaan dengan sebuah buku diatas pangkuan ku . menyendiri atau bisa dibilang sendirian itu sudah biasa terjadi kepadaku ya mungkin karna latar belakang diriku yang membuat orang-orang disekitarku menjauh ,.
‘nam woohyun’ teriak seorang guru , seketika aku menutup telinga ku karna hal yang paling kubenci adalah kebisingan
“nam woohyun.’ Teriak guru itu yang semakin keras dan aku semakin takut
‘pak , jangan memanggilnya dengan seperti itu’ ucap guru kepribadian
‘kau ambil kertas hasil ulangan di mejaku’ kata guru matematika yang tadi berteriak
‘te.” Jawabku pelan
-dikantor-
Ketika aku mengambil kertas ulangan nya aku melihat seorang yeoja yang cantik , mungkin dia siswi baru disini . tapi mana mungkin yeoja secantik dia bisa suka dengan ku? Bahkan mungkin ketika dia melihatku dia akan menjauh

***

-dikelas-
Aku duduk di bangku paling pojok belakang , sendirian ya sendirian . mungkin aku akan bosan dengan kata itu .
Setelah membagikan kertas ulangan , guru itu seperti berbicara kepada seseorang diluar kelas dan member isyarat untuk masuk .
“dia adalah siswi baru disini , silahkan perkenalkan dirimu”
“nega , kim min ah-nimida” kata yeoja itu
“kau duduk di samping woohyun”
Aku terkejut karna dia masuk ke kelasku , yeoja yang tadi aku lihat di kantor . dia sekarang sedang berjalan ke arahku . entah rasanya seperti apa yang jelas kalau dibolehkan aku akan pergi keluar dan teriak sekencang kencangnya
“hay! Nega min ah-nimida , do duguya?” Tanya nya
“na..m woohyun” kataku gugup
“senang berkenalan denganmu” dia mengajak bersalaman
“oh.”
Bel istirahat pun berbunyi , suara nya tidak terlalu keras karna kelas ku jauh dengan tempat bel itu dibunyikan .
“kau mau ke kantin bersama?” seung gi yang tiba-tiba muncul
“aku pergi bersama woohyun’ min ah langsung menggandengkan tangan nya ke lengan ku itu pun menarik ku ke kantin dan seperti nya seung gi tidak menyukai nya

***

-dikantin-
“kau mau makan apa?” Tanya nya
‘hmm . burger?” kataku
“baiklah aku juga mau” kata min ah
“aku akan pesankan’ woohyun pergi untuk memesan makanan
‘kau siswi baru ya?’ Tanya seorang yeoja ke min ah
“hmm .. dugu?’ kata min ah
“aku yoon si , kim yoon si” kata nya
“na min ah”
“kau mau berteman dengannya?”
‘we? Dia baik dan juga sopan’ kata min ah
“dia itu mengidap penyakit keterbelakangan mental , bisa dibilang idiot”
“bisakah kau pergi? Kau mengucapkan kata-kata yang menghina temanku’ kata min ah
“mwo? Kau mengusirku?!”
“hmm , bisakah kau pergi sekarang?” kata min ah
‘anak baru ini mencari masalah denganku’ yoon si pergi meninggalkan min ah dengan buruk
‘min ah-a apa burger mu mau pakai saus pedas atau tomat?” aku bertanya
‘sau s tomat saja!” teriak min ah yang tidak terlalu keras jadi aku tidak merasa takut
‘saus tomat , ahjumma’ kata woohyun
‘nah burger mu dan juga burgerku’ aku memberikan burger nya
‘gomawo’ katanya
‘tapi kenapa kau mau berteman dengan ku?’
“apa kau tidak suka aku berteman dengan mu?’ kata min ah
“ah , any . bukan begitu maksudku ,, kau kan cantik . kenapa kau mau berteman dengan ku?’
‘kau lucu’ jawabnya singkat
Mendengar ucapan nya tadi , jantung ku ini rasanya mau meledak .. belum lagi pipi ku mungkin sekarang sudah memerah seperti saus di burger ku ini .

Scene kedua

“apa kau merasakannya? Sesuatu berdegub kencang disini .”
SKIP (pulang sekolah)
“woohyun-a!” panggil min ah
“hmm?” aku menghentikan langkah kaki ku
“apa kau mau aku antar pulang?” Tanya min ah dari dalam mobilnya
“apa boleh?” Tanya ku polos
“naiklah , akan ku kenalkan kau dengan nenek ku”
SKIP
***
Kita sampai dirumah min ah , nenek nya min ah sedang duduk sambil mengupas sebuah apel .
“halmeoni , aku pulang”
“dia siapa min ah-a?”
“dia woohyun , nam woohyun”
Aku pun member salam “annyeong halmeoni , nega woohyun nimida”
“kau sangat tampan” halmeoni itu ingin mencubit pipi ku tapi tangan yang satu nya masih memegang sebuah pisau , jadi aku takut dan berlindung dibelakang min ah.
“wegure woohyun-a?”
“pisau itu”
“kau takut pisau ya? Baiklah akan aku taruh” halmeoni menaruh pisaunya diatas meja
“nahh , tadi halmeoni mau memegang pipi ku kan? Sini” aku menarik tangan halmeoni dan menaruh nya di pipi ku
“hangat sekali”
“…” min ah tersenyum melihat itu
“kaja kita makan” ucap halmeoni
“kaja!” teriakku bersemangat
***
“gomawo woohyun-a”
“gomawo? Seharusnya aku yang bilang gomawo . gomawo untuk makanan tadi , makanan tadi itu . enakk sekali” kataku
“kau menyukai nya?’
“sangat ! halmeoni mu itu sangat pintar memasak “
 “gomawo karna kau sudah mengembalikan senyuman dirumah ku”
“apa jarang ada senyuman dirumah mu? Baiklah . aku akan datang setiap hari agar kau dan nenek mu tersenyum setiap hari!” jawabku polos
CHUP
Sebuah ciuman kecil mendarat di pipi ku , min ah menciumku?! . kenapa jantungku berdetak sangat cepat? Apa aku sakit jantung?
“gomawo” bisik min ah ditelingaku lalu dia berlari masuk ke dalam rumahnya
Aku masih terdiam ditempatku berdiri
“omma-ni , sepertinya aku sedang jatuh cinta” ucapku

Scene ketiga

“apa aku harus menjauh? Sepertinya iya”

Pagi ini aku berangkat kesekolah dengan perasaan yang aneh dan dengan kejadian kemarin yang terus menghantui pikiranku , entah apa yang terjadi padaku . yang jelas aku ingin terlihat tampan pagi ini .
“woohyun-a!” panggil min ah
“nde?”
“apa kau mau temani aku beli hadiah ?”
“tap..”
“gomawopta” min ah sudah pergi masuk kekelas
Aku tidak mungkin menyakiti perasaan min ah , aku akan mencoba nya . mencoba memasuki dunia luar . kenapa aku harus takut? Bukannya ada min ah disampingku?

***

Akhirnya aku sampai di toko , min ah masuk kedalam dan aku menunggu diluar toko ini . tapi , Aku benci suasana disini , disini berisik .. sangat berisik . terlebih lagi min ah tidak keluar-keluar dari dalam toko itu . aku duduk di pojok dinding toko itu sambil menutup telinga ku , keringat dingin mengalir deras dan juga tubuhku mulai gemetar .
Dan akhirnya min ah keluar dari toko itu .
“woohyun-a wegure?!” teriaknya panik
“..’ aku tidak menjawab , aku masih menutup telingaku
“cha , pakai ini” min ah menaruh headset di telingaku
“bagaimana? Apa masih berisik?” Tanya nya
“any,” aku merasa suara disini tidak terlalu keras
“kaja , kita makan ice cream!” lagi-lagi dia menarik tanganku
“gomawopta”
Kami duduk di bawah pohon , tempatku dulu membaca buku sendirian . kali ini berbeda , aku tidak sedang membaca buku dan juga aku tidak sedang sendirian
“jangan terlalu banyak makan ice cream , ini tidak sehat” ucapku polos
“iya tuan nam ,’ sambil tertawa . min ah mengatakan itu
Apa ini? Kenapa jantung ku berdegub dengan kencang? Sama seperti kemarin . tapi kenapa kali ini rasanya makin kencang . apa yang terjadi ?
“woohyun-a , kaja kita pulang”
“changkamman ..”
“wegure?” tanyanya
“aku ingin buang air kecil”
“haha , kau ini kenapa baru bilang . sudah sana , aku tunggu disini”
Aku pergi kekamar mandi , tapi saat aku pergi . seung gi dan teman-temannya menghampiri min ah .
“min ah-a , aku ingin mengatakan sesuatu” sambil mengatakan itu , seung gi member aba-aba kepada teman-teman nya untuk pergi
“mwo?” Tanya min ah

***

Saat aku keluar kamar mandi , teman-teman seung gi memegang tanganku dan mulai menghajar ku .
“ya! Kenapa kalian tiba-tiba memukul ku!” teriak ku
“diam kau ! dasar idiot!” teriak salah satu teman seung gi
Mendengar kata-kata itu , aku memukul nya . dia jatuh dan pingsan dengan satu pukulan ku dan yang lain? , Mereka lari menjauh
“apa itu sakit? Mian , mian . lagian kau yang salah! Kenapa kau mengucapkan kata-kata buruk? Itu tidak baik . kalau aku mengatakan itu , pasti aku sudah dihukum oleh omma ”
Aku pergi ketempat min ah dan meninggalkan nya sendirian tersungkur di tanah .
***
“apa yang kau suka dari woohyun!” teriak seung gi
“kenapa kau mencampuri urusanku dengan woohyun?!”
Tiba-tiba seung gi memeluk min ah , dia memeluk min ah didepan ku . apa ini? Kenapa rasanya sakit? Aku bahkan tidak mengerti . seung gi jauh lebih baik dari pada aku bukan? Apa yang bisa min ah dapat kalau dia terus bersamaku? Aku bahkan tidak berani menghampiri mereka berdua , yang aku lakukan sekarang adalah pergi menjauh , ya.. sejauh mungkin .
“mian seung gi-a” min ah melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan seung gi
***
“woohyun-a!”
Suara itu , aku kenal suara itu . aku menghentikan langkah kecilku dan berbalik .
“kenapa kau pergi? Bukankah kau belum menepati janjimu tentang senyuman setiap hari?”
“…” aku masih mencoba mencerna ucapan tadi , apa artinya?
Min ah berlari kearahku , dia berlari mendekat kearahku . dan memeluk ku sangat erat
“babo , apa kau tidak tau? Aku menyukai mu”
“…” aku masih diam
“seperti nya kau tidak menyukaiku ..” min ah melepas pelukannya , pelukan hangat tadi . kenapa dilepas?,  dia menjauh tapi aku memberanikan diriku untuk memeluknya , aku memeluknya dari belakang dan tidak tau kenapa aku mengucapkan kata ..
“nodu saranghanta”
Min ah berbalik dan memeluk ku . sebuah pelukan hangat yang belum pernah aku rasakan . aku bahagia , sangat bahagia .. karna selama ini , aku mengharapkan seorang yeoja yang mau menerimaku apa adanya . dan yeoja itu sekarang ada disini ,, didekatku .
-Fin-

Thanks for reading ! J

Senin, 15 Juni 2015

waiting you

Cast : Yoona SNSD
           Lee seung gi
Author : @kiranaketrin_
Genre : sad
Oneshoot
Summary : aku akan menunggumu , disini . ditempat ini , ditempat kau menyanyikan lagu itu , lagu yang dinyanyikan dengan sebuah senyuman dan air mata .

yoona POV
piano itu masih disini , tapi sekarang piano itu sudah berdebu dan tidak terawat. Tidak ada yang berbeda dengan tempat ini masih sama seperti dulu saat aku pertama kali melihat mu disini .
saat kau memainkan piano itu sambil menyanyikan sebuah lagu yang indah . ya , kau sudah membuatku jatuh cinta hanya dengan sebuah lagu . sempat terfikir olehku kalau kau adalah orang yang aneh , karna memainkan sebuah piano ditepi pantai saat senja ya tepat nya saat matahari tenggelam .

flashback on

‘kita mau kemana?’
‘berisik sekali kau ini , sudah diam saja . aku akan memperlihatkan sesuatu’
‘sesuatu? Sesuatu apa?’
‘yoona ,ikut saja dan nanti kau tau jawabannya’
Hingga akhirnya kita sampai, terdapat sebuah piano disana tapi disini tidak ada orang , disini sepi mungkin hanya ada aku dan sahabat ku Jessica serta piano itu disini . tapi dugaan ku salah , ada seorang namja yang berjalan kearah piano itu , lalu dia memainkan sebuah lagu dan tidak memperdulikan kehadiran aku dan  Jessica




‘kau kenal orang itu?’
‘any , dugunde?’ tanyaku bingung
‘aku mengajakmu kesini , ku kira kau tau dia siapa . ternyata kau juga tidak tau’
‘kau sering kesini?’ tanyaku lagi
‘tidak , ini baru yang pertama kali . aku diberitau penjaga pantai , dia itukan pamanku , katanya ada namja yang tampan yang sering memainkan sebuah piano disini . tapi menurutku dia agak aneh’ perjelas Jessica
‘aneh?’
‘iya aneh , mana mungkin ada seseorang yang menyanyi sendirian disini? Hanya orang-orang aneh yang melakukan itu . sudahlah kaja kita pulang’ Jessica sudah pergi duluan

Aku juga ingin pergi , tapi langkah kecilku dihentikan oleh sebuah bait lagu yang dinyanyikan namja itu . mendengarnya menanyi hatiku tenang sekali bahkan aku tidak menyadari kalau Jessica sudah meninggalkan ku sendirian disini , dengan cepat aku ambil ponsel ku dan memotret namja yang satu ini . dia tampan , apa mungkin aku jatuh cinta padanya?

Dia selesai memainkan piano nya dan pergi , aku mencoba untuk mengikutinya tapi nihil , dia menghilang . apa dia bukan manusia? Kenapa jalan nya cepat sekali? , banyak pertanyaan yang ada dibenakku mengenai namja ini .
Karna hari sudah mulai gelap , jadi aku akan kembali esok hari . aku akan tanyakan nama nya besok .

Flashback off

Aku berdiri didepan piano ini , membersihkan semua debu nya .  tanpa aku sadari air mata sudah terjatuh dari mataku aku  mencoba untuk tidak menangis , tapi itu sulit .. sangat sulit
tempat ini masih sama , tapi ada yang berbeda disini . tidak ada seorang yang duduk disini , dan juga tidak ada senyuman disini .

Flashback on

Aku duduk disebuah batu , sambil menunggu namja itu datang . dan namja itu datang . seperti kemarin , aku menunggunya selesai menyanyikan lagu itu . dan bersiap-siap agar setelah dia selesai memainkan piano nya aku harus menghampirinya . kali ini tidak boleh lepas . tekad ku
Dan akhirnya dia selesai memainkan lagu nya

‘ya! Kau !’ panggilku yang membuat namja itu menghentikan langkah nya
‘..’ namja itu berbalik ke arahku , dia menatapku ? tuhan,, aku ingin kau menghentikan waktu sekarang juga
‘do duguya?’ Tanya ku to the point
‘nega? Seung gi’ kata nya pelan sambil memperlihatkan senyumannya , senyuman yang sangat manis
‘..’ aku diam karna terpaku melihat senyuman itu . dan tanpa aku sadari , seung gi sudah pergi meninggalkan ku sendiri ditempat ini
‘dia menjawab pertanyaan ku , itu berarti dia normal . eh, kemana dia?’ aku melihat ke sekeliling tapi tidak ada namja itu, mungkin esok hari baru aku akan menanyakan hal lain

Keesokan harinya aku ketempat ini , tapi sampai hari gelap seorang seung gi tidak kunjung datang  .
‘kemana dia? Apa dia sakit?’ ucapku
Hingga ponsel ku berbunyi
‘yeobsseo?’
‘yoonassi…’ Jessica menangis
‘wegure?’ tanyaku
‘seung gi , namja yang tampan itu …’ ucap Jessica sambil menangis
‘seung gi? Memangnya kenapa dia?’
‘dia sudah tidak ada’
‘mwo?!’
‘tadi saat dia ingin ke pantai , dia ditabrak oleh sebuah truk . dan pamanku yang mebawa nya kerumah sakit . tapi dia sudah tidak bisa diselamatkan , segeralah datang kesini ’
‘…’ aku mematikan ponselku , dengan air mata yang terus menetes . aku berlari menuju pemakaman itu , dengan perasaan masih tidak percaya . aku berlari . bahkan aku tidak tau kenapa aku berlari dan juga menangis ?
Aku sampai dipemakaman itu ,, disana sepi . hanya ada paman penjaga pantai dan Jessica yang memegang sebuah bunga
Aku terjatuh di depan makam namja yang baru aku sukai selama 2 hari ini .
‘yoona-ssi irona’ Jessica mengajakku berdiri
‘seung gi..’ aku sudah tidak sanggup menahan tangis ini , aku memeluk Jessica dan menangis
‘yoona-ssi , ini bunga yang ingin diberikan oleh seung gi kepadamu’
Setelah memberikan bunga itu , Jessica dan pamannya pergi meninggalkanku sendiri disini ,
Aku melihat bunga itu , disitu masih ada bercak darah seung gi . dan secarik kertas

To : yoona
Sebenarnya aku malu memberi tau mu secara langsung jadi lewat surat , hehe . entah apa yang aku rasakan . tapi saat kau melihatku memainkan piano itu aku merasa sangat bahagia , sangat sangat sangat bahagia . sebelumnya hidupku ini hampa , sangat hampa tapi saat kau datang , aku ingin sekali terlihat rapi dan juga tampan didepan mu ,.
Dan aku sadar , , itu adalah cinta .
Saranghe .. bany bany saranghe yoonassi
Seung gi
‘nodu , nodu saranghe seung gi-ah’ aku memeluk foto seung gi yang berada dimakam nya itu sambil mencoba untuk tidak menangis dan mencoba untuk tersenyum .

Flashback off

aku masih berdiri disini sambil memegang bunga itu , bunga yang kini sudah mulai layu dan berubah warna , sama seperti diriku saat ini . aku masih mengingat kejadian singkat itu , sampai sekarang aku masih tidak percaya kalau namja yang pernah memainkan piano ini sudah pergi.

‘aku masih menunggumu disini seung gi-ah’

Aku lihat matahari sudah pulang , itu tanda nya aku harus kembali esok hari .aku berjalan menjauh dari piano ini , dengan langkah yang kecil dengan air mata yang terus menetes .
Dan dari kejauhan , sesosok namja tembus pandang telah melambaikan tangan nya ke arahku

‘aku akan selalu disini , sambil memperhatikanmu . dibalik piano ini , sampai bertemu esok hari yoona-ssi’

Namja itu perlahan menghilang bersamaan dengan langkah kaki ku yang mulai menjauh dan juga warna jingga yang perlahan memudar .

-end-
Bikin fanfiction ini gara-gara abis liat MV oppa seung gi yang baru  , omoo sedih anedd :’3 , di MV itu seung gi nya kayak ninggalin sesuatu . huuuu:”3 oppa seung gi juga dikit lagi mau wamil , yaamfun kalau oppa udah wamil , I still waiting you sampe 2 tahun :3.
nih MV nya oppa seung gi :)



Thanks for reading this fanfic !